Suara.com - Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, akan langsung mencetak sejarah begitu diresmikan menjadi WNI, di mana ia akan menjadi kiper termahal kedua di Asia.
Proses naturalisasi kiper berusia 28 tahun itu memang tengah dikebut oleh PSSI bersama dengan dua pemain lainnya, Joey Pelupessy dan Dean James.
Dikebutnya proses naturalisasi Emil Audero Mulyadi bersama dua pemain keturunan itu dimaksudkan agar bisa membela Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Maret ini.
Kabarnya, PSSI berharap proses naturalisasi ketiganya rampung sebelum 10 Maret mendatang, atau batas akhir pendaftaran pemain untuk laga kontra Australia dan Bahrain.
Menurut kabar teranyar, nantinya Emil Audero dkk akan diambil sumpahnya menjadi WNI di Eropa agar tak memakan waktu panjang.
Jika nanti telah diambil sumpah sebagai WNI, Emil Audero pun langsung akan mencatatkan sejarah untuk Timnas Indonesia, di mana ia akan menjadi kiper termahal sepanjang masa skuad Garuda.
Saat ini, kiper keturunan Lombok itu memiliki nilai pasar di angka 5 juta euro atau sekitar Rp86 ,91 miliar. Nilai pasar itu lebih tinggi dari Maarten Paes dengan 1,8 juta euro atau sekitar Rp31,29 miliar.
Bahkan karena nilai pasar yang dimilikinya, Emil Audero akan menjadi kiper termahal kedua di Asia di belakang rivalnya di Serie A, Zion Suzuki, yang memiliki nilai pasar Rp156,43 miliar.
Jadi Pemain Termahal Kedua di Indonesia
Baca Juga: Viral STY Muncul di Jalan Jenderal Sudirman Dijaga 2 Pria Kekar, Ada Apa?
Tak hanya menjadi kiper termahal kedua di Asia, Emil Audero Mulyadi juga akan menjadi pemain termahal kedua di skuad Timnas Indonesia andai resmi menjadi WNI.
Dengan nilai pasar mencapai 5 juta euro, kiper yang tengah dipinjamkan ke Palermo itu akan menggusur Kevin Diks yang berada di posisi kedua dengan nilai pasar 4,5 juta euro.
Hanya saja, nilai pasar Emil Audero masih kalah dari calon kompatriotnya, Mees Hilgers, yang berstatus pemain termahal Timnas Indonesia dengan 9 juta euro.
Tak ayal, kehadiran Emil Audero juga akan membuat nilai pasar Timnas Indonesia secara keseluruhan akan meningkat drastis.
Pada November 2024 lalu atau setelah masuknya Kevin Diks, nilai pasar Timnas Indonesia berada di angka Rp547,09 miliar.
Dengan hadirnya Emil Audero ditambah Joey Pelupessy dan Dean James, maka nilai pasar Timnas Indonesia secara keseluruhan akan meningkat hingga Rp600 miliar lebih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!