Suara.com - Bahrain dikabarkan meminta kendaraan taktis (rantis) saat bertandang ke markas Timnas Indonesia dalam lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 25 Maret mendatang.
Andai kabar itu benar, permintaan serupa pernah muncul pada 2019, ketika Malaysia menghadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Deputi Sekjen PSSI kala itu, Marsal Masita, menanggapi isu timnas Malaysia akan naik rantis dengan santai.
"Kami tak ingin dibuat mencekam. Karena kalau dibuat mencekam, naik (rantis) barracuda, seakan-akan mau perang. Tidak, jangan," kata Marsal, yang kini menduduki jabatan Direktur Utama PT Garuda Sepakbola Indonesia (PT GSI) itu.
Ia menegaskan bahwa PSSI telah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk memastikan keamanan tanpa perlu langkah berlebihan.
Terkait Bahrain, negara Timur Tengah itu sebelumnya memang menaruh perhatian tinggi perihal isu keselamatan para pemain dan staf pelatih mereka jelang bertandang ke markas Timnas Indonesia.
Pasalnya, mereka mengklaim beberapa pemain mendapat pesan ancaman bunuh diri melalui media sosial pasca Bahrain menahan imbang 2-2 Timnas Indonesia pada tahun lalu.
Saat itu, Bahrain dianggap mendapat "bantuan" dari wasit karena pertandingan tidak berakhir sesuai dengan durasi tambahan waktu yang ditetapkan.
Namun, wasit baru meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga setelah Bahrain mampu menyamakan kedudukan dalam periode tambahan waktu yang dianggap sudah terlewat jauh.
Timnas Indonesia dan Bahrain sejauh ini sama-sama masih memiliki peluang untuk lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin dari enam laga, tetapi Timnas Indonesia dalam posisi lebih baik, yakni urutan ketiga, karena unggul selisih gol.
Duel Timnas Indonesia vs Bahrain akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 Maret alias lima hari setelah Garuda bertandang ke markas Australia di Sydney.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Profil Timnas Jerman: Tenaga Muda Der Panzer Siap Jadi Penantang Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
John Henry Kirim Sinyal Keras ke Arne Slot, Liverpool Dilarang Ulangi Rekor Kekalahan Terburuk
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United