Setelah sukses bersama Ajax, Kluivert memilih bergabung dengan AC Milan. Namun, keputusan ini tidak berjalan sesuai harapan.
Perjalanannya di Serie A tidak secerah yang diprediksi, dan ia hanya bertahan satu musim sebelum pindah ke Barcelona.
Di Barcelona, Kluivert kembali menemukan performa terbaiknya. Meski tidak pernah meraih gelar top skor La Liga, ia selalu menjadi bagian dari perburuan pencetak gol terbanyak.
Selama membela Blaugrana, Kluivert dikenal sebagai penyerang tajam yang memberikan kontribusi besar bagi klub.
Di level internasional, Kluivert menjadi andalan lini depan Tim Oranye. Puncaknya terjadi pada Euro 2000, di mana ia keluar sebagai top skor turnamen.
Sayangnya, perjalanan Belanda harus terhenti di babak semifinal, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi sang striker.
Masa Kejatuhan dan Peralihan ke Dunia Kepelatihan
Setelah meninggalkan Barcelona, Kluivert mencoba peruntungan di Liga Inggris bersama Newcastle United pada usia 28 tahun.
Sayangnya, performanya tidak lagi setajam saat membela Barcelona. Ia kemudian berpindah-pindah klub hingga akhirnya pensiun pada usia 32 tahun.
Baca Juga: 44 Tahun Nasib Buruk Timnas Indonesia di Kandang Australia
Setelah gantung sepatu, Kluivert langsung beralih ke dunia kepelatihan. Ia memulai kariernya sebagai pelatih striker dan asisten di beberapa klub sebelum mendapatkan kesempatan emas menjadi asisten pelatih Timnas Belanda di bawah arahan Louis van Gaal.
Bersama Van Gaal, Kluivert berperan dalam kesuksesan Belanda meraih peringkat tiga di Piala Dunia 2014.
Pasca Piala Dunia 2014, Kluivert kesulitan menemukan momentum untuk benar-benar melejit sebagai pelatih kepala.
Ia sempat menangani Timnas Curacao dan mendapat apresiasi atas peningkatan performa tim tersebut. Kariernya juga membawanya ke posisi Direktur Sepak Bola PSG, namun namanya tidak terlalu bersinar di sana.
Kluivert kembali ke dunia kepelatihan dengan menjadi asisten Clarence Seedorf di Timnas Kamerun, lalu sempat melatih Curacao sebagai pelatih interim pada 2021. Pada 2023, ia mengambil peran sebagai pelatih klub Turki, Adana Demirspor.
Kini, Patrick Kluivert menjadi nakhoda Timnas Indonesia. Debutnya akan diuji dalam laga penting kontra Australia, yang hasilnya akan memengaruhi peluang lolos skuad Garuda ke Piala Dunia 2026. [Kontributor: Aditia Rizki]
Berita Terkait
-
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang atau Imbang Lawan Australia
-
Upaya Patrick Kluivert Lepas dari Bayang-bayang Shin Tae-yong: Ini Tidak Mudah
-
Adu Harga Pasar Craig Goodwin vs Thom Haye Jelang Australia vs Timnas Indonesia
-
Patrick Kluivert Tak Percaya Australia Melemah Setelah Badai Cedera
-
Patrick Kluivert Tak Mau Bohong: Cukup Terlambat
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Terkini
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya
-
Kiper Futsal Azfar Burhan Kecelakaan Motor karena Buru-buru Kejar Bus Kembali ke Malang
-
Mikel Arteta Puji Setinggi Langit Pep Guardiola, Pengakuan Tulus atau Psywar?
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
-
Tewas Kecelakaan, Kiper Futsal Azfar Burhan Harusnya Tampil di Futsal Nation Cup 2026.
-
Kronologis Kiper Futsal Azfar Burhan Meninggal Dunia Ditabrak Bus
-
Striker Keturunan Jakarta Jadi Top Skor di Klub Belanda, Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
Rahang Lepas dan Leher Patah, Kiper Keturunan Indonesia Dani van den Heuvel Debut Liga Champions
-
Bukan Fase Grup Lagi, Adam Alis Tekankan Persib Harus Maksimal di 16 Besar ACL 2