Suara.com - Media Ekuador memberi kabar buruk untuk Timnas Indonesia usai mengklaim penasihat teknik anyar Garuda, Jordi Cruyff, sebagai sosok pemalas.
Media Ekuador yang mengklaim anak Johan Cruyff itu sebagai sosok pemalas adalah El Futbolero. Klaim ini muncul lewat artikelnya pada tahun 2022 lalu.
Lewat artikelnya, Jordi Cruyff disebut pemalas saat ditunjuk sebagai pelatih Ekuador. Status pemalas itu didapat karena penasihat teknis baru Timnas Indonesia tak pernah memimpin latihan timnya.
“Jordi Cruyff adalah pelatih Ekuador, tetapi dia tidak memimpin sesi pelatihan satu pun dan pergi melalui pintu belakang,” tulis El Futbolero.
Sekadar informasi, Jordi Cruyff ditunjuk sebagai pelatih Ekuador pada Januari 2020. Namun kiprahnya bersama tim berjuluk Tricolor itu jauh dari kata memuaskan.
Malahan, kiprah pria berusia 51 tahun itu menuai kritik dari pendukung Ekuador. Pasalnya, Jordi Cruyff mendapat bayaran masif sebagai pelatih.
Disebutkan bahwa selama menukangi Ekuador, Jordi Cruyff mendapat bayaran 150 ribu dolar AS per bulan. Jika diakumulasikan, ia mengantongi 1,05 juta dolar AS selama menukangi Tricolor.
Sayangnya bayaran besar itu tak sebanding dengan usaha Jordi Cruyff yang tak pernah memimpin latihan atau menetap atau tinggal di Ekuador.
Dilansir dari sumber yang sama, Jordy Cruyff memilih tinggal di Eropa ketimbang menetap di Ekuador untuk menjalankan tugasnya sebagai pelatih Tricolor.
Baca Juga: Dokter Timnas Indonesia Jelaskan Kondisi Mees Hilgers dan Sandy Walsh yang Cedera
Alhasil perjalanan Jordi Cruyff bersama Ekuador tak bertahan lama setelah dirinya memutuskan menanggalkan jabatannya dan melanjutkan kariernya bersama klub China, Shenzhen FC.
Setelah menukangi Shenzhen FC, Jordi Cruyff bergabung Barcelona sebagai penasihat strategis dan direktur olahraga raksasa Catalan itu hingga 2023.
Usai purna tugas di Barcelona, Jordi Cruyff sempat menganggur selama hampir dua tahun, sebelum PSSI menunjuknya pada Februari lalu sebagai penasihat teknis.
Meski punya rekam jejak kurang apik, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, merasa percaya diri dengan keputusannya menunjuk Jordi Cruyff.
“Patrick Kluivert dan Jordi saling mengenal satu sama lain, dan ketika beliau merekomendasikannya saya sangat bahagia,” tutur Erick Thohir, dikutip dari laman PSSI.
“Pengalaman beliau sebagai pemain dan pelatih akan sangat penting dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Pernahkah Timnas Indonesia dan Saint Kitts and Nevis Berhadapan?
-
4 Pemain Andalan Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Kunci Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis
-
Siapa Pengganti Dean James di Laga Timnas Indonesia vs Kitts and Nevis?
-
Elkan Baggott Bikin Timnas Indonesia Tambah Opsi Senjata Mematikan, Apa Itu?
-
Persib Bandung Bakal Kecipratan Dana Miliaran Jika Timnas Irak Lolos ke Piala Dunia 2026
-
1.300 Personel Gabungan Amankan FIFA Series 2026 di GBK
-
Lawan Timnas Indonesia, Pelatih St Kitts and Nevis Cuek Soal Perbedaan Ranking FIFA
-
4 Pilar Persija di Timnas Indonesia Bawa Misi Besar, Siap Tempur di FIFA Series 2026
-
Sentil Persija hingga Nostalgia GBK, Pelatih Bulgaria Ungkap Perubahan Besar Timnas Indonesia
-
Undian Piala Asia 2027 Resmi Ditunda, AFC Tunggu Kehadiran Seluruh Peserta