Dengan statusnya sebagai pendatang baru, Emil butuh waktu sebelum bisa mengambil peran ini.
2. Beda Tipikal Permainan Bisa Mengganggu Momentum
Perbedaan gaya bermain antara Emil Audero dan Maarten Paes juga bisa menjadi faktor yang merugikan Timnas Indonesia.
Paes dikenal sebagai kiper yang lebih aktif dalam membangun serangan dari belakang dan memiliki refleks yang solid dalam duel satu lawan satu.
Sementara itu, Emil cenderung lebih konservatif dan mengandalkan positioning serta pengalaman dalam membaca permainan.
Jika Kluivert mengganti Paes dengan Emil, ada kemungkinan ritme permainan Indonesia akan terganggu.
Bek-bek yang sudah terbiasa dengan cara bermain Paes mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan baru yang dibawa Emil.
Ini bisa membuat transisi serangan dan pertahanan menjadi kurang mulus.
Selain itu, momentum yang sudah dibangun bersama Paes bisa hilang jika perubahan dilakukan terlalu cepat. Peran kiper dalam membangun serangan dari belakang sangat krusial, terutama dalam skema permainan modern.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bahrain: Waktunya Sepak Bola Menyerang
Jika Emil kurang nyaman dengan pendekatan yang diterapkan Kluivert, maka tim bisa kehilangan efektivitas dalam membangun serangan dari lini belakang.
3. Komunikasi Antar Lini Belakang Mungkin Kurang Solid
Salah satu tantangan terbesar dalam memainkan Emil Audero adalah kemungkinan kurang solidnya komunikasi antar lini belakang.
Seorang kiper tidak hanya bertugas menepis bola, tetapi juga harus aktif memberikan instruksi kepada para bek.
Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, kesalahan dalam organisasi pertahanan bisa terjadi dan berujung pada kebobolan yang tidak perlu.
Maarten Paes sudah memahami karakteristik para pemain bertahan Indonesia dan memiliki chemistry yang lebih baik dengan mereka.
Ia sudah terbiasa berkomunikasi dengan Jordi Amat, Elkan Baggott, dan Rizky Ridho, sehingga koordinasi di lini belakang lebih terjaga.
Sebaliknya, Emil Audero mungkin membutuhkan waktu untuk memahami pola komunikasi yang efektif dengan para bek Timnas Indonesia.
Selain itu, kendala bahasa juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi komunikasi di lapangan.
Paes sudah mulai memahami bahasa Indonesia dan beradaptasi dengan rekan-rekannya, sementara Emil masih harus melewati proses tersebut.
Dalam pertandingan level tinggi, komunikasi yang kurang baik bisa berakibat fatal, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Diminta Mundur, Patrick Kluivert Soroti Suporter Timnas Indonesia
-
Marselino Ferdinan: Chemistry Tak Bisa Dibangun 2-3 Hari
-
Kumpulan Optimisme Para Pemain Timnas Indonesia Jelang Lawan Bahrain, Menang Harga Mati!
-
Media Vietnam: Patrick Kluivert Kepedean
-
3 Pemain Bahrain Paling Berbahaya Selain Mohamed Marhoon
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan