Suara.com - Vietnam U-19 di luar dugaan sukses menahan imbang Jepang pada matchday kedua Piala Asia U-17 2025. Vietnam bermain imbang 1-1 melawan Jepang.
Jepang U-19 mencetak gol terlebih dahulu lewat aksi Minato Yoshida. Namun di menit akhir pertandingan, Vietnam menyamakan skor lewat eksekusi penalti, Tran Gia Bao.
Hasil ini membuat Vietnam U-19 masih memiliki kans untuk lolos ke fase knock out. Di matchday pertama, Vietnam juga mampu menahan imbang tim kuat Australia dengan skor 1-1.
Hoang Trong Duy Khang mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-49, sebelumnya di menit ke-41, Australia memimpin lewat gol MacNicol.
Vietnam U-19 saat ini sedang membangun kembali kekuatan mereka. Keberhasilan Vietnam menahan imbang dua tim kuat di Piala Asia U-17 2025 tak lepas dari tangan dingin pelatih mereka, Cristiano Roland.
Ia menjadi pelatih Vietnam U-19 pada Februari 2025. Sebelumnya, Cristiano menjadi dirtek klub Vietnam Da Nang FC.
Sejak pensiun sebagai pemain, Cristiano Roland tak asing dengan sepak bola Vietnam. Awal kariernya di dunia kepelatihan dimulai saat jadi asisten pelatih Binh Dung FC pada 2021.
Rekam Jejak Cristiao Roland sebagai Pemain
Sebelum menjadi pelatih Vietnam U-19, Cristiano merupakan mantan pemain belakang. Pria 48 tahun kelahiran Porto Alegre itu mengawali karier sebagai pemain di klub Brasil, Vasco Da Gama U-20.
Baca Juga: Piala Asia U-17: Jeniusnya Nova Arianto Ambil Keputusan di Babak Kedua Laga Lawan Yaman
Ia kemudian promosi ke tim utama Vasco pada 1996. Dua tahun setelahnya, ia pindah ke Gremio. Di klub ini, Cristiano menjadi rekan setim legenda Brasil dan Barcelona, Ronaldinho.
Cristiano kemudian hijrah ke Eropa, tepatnya di Portugal. Cristiano bermain untuk klub Beira-Mar. Setelahnya ia gabung ke salah satu raksasa Portugal, Benfica.
Di Benfica, pelatih Vietnam U-19 itu bermain sebanyak 31 pertandingan dan mencetak 1 gol. Ia tercatat bermain sebanyak 7 pertandingan di UEFA Cup dan 2 kali di babak kualifikasi Liga Champions.
Cukup lama ia berkarier di Benfica dan baru pulang lagi ke Brasil pada 2006 dan gabung ke Juventude. Tak lama di Juventude, Cristiano kemudian ke Yunani dan pindah lagi ke Miami FC di Amerika Serikat.
Setelah sempat beberapa kali tanpa klub, Cristiano kemudian balik lagi ke Portugal dan memilih Beira-Mar sebagai klub terakhirnya.
Pesan Cristiano Roland
Berita Terkait
-
Piala Asia U-17: Jeniusnya Nova Arianto Ambil Keputusan di Babak Kedua Laga Lawan Yaman
-
Hancurkan Yaman di Laga Ke-2, Nova Arianto Ternyata Lakukan Beberapa Keputusan Aneh
-
Bapak Abdi Negara, Anak Jadi Bintang Timnas U-17: Latar Belakang Evandra 'Xavi' Florasta
-
Ditekuk Timnas Indonesia U-17, Media Asing: Korea Masuki Masa Kegelapan
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes
-
Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen
-
Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR