Suara.com - Timnas Indonesia U-17 resmi memastikan tempat di Piala Dunia U-17 2025 usai mencatat dua kemenangan meyakinkan di fase grup Piala Asia U-17 2025.
Kepastian ini datang setelah Garuda Asia, di bawah komando pelatih Nova Arianto, menaklukkan Yaman dengan skor telak 4-1 pada Senin malam (7/4/2025 WIB), menyusul kemenangan sebelumnya atas Korea Selatan.
Dengan hasil tersebut, Indonesia tidak hanya mengunci status sebagai juara Grup C, tetapi juga mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia U-17 untuk kedua kalinya secara beruntun.
Ini menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Timnas Indonesia U-17 lolos melalui jalur kualifikasi, berbeda dari edisi 2023 di mana mereka tampil sebagai tuan rumah.
Meski baru dua kali lolos ke Piala Dunia U-17, Indonesia kini sejajar dengan Thailand sebagai wakil Asia Tenggara yang pernah tampil di ajang prestisius ini lebih dari sekali.
Thailand bahkan lebih dulu mencetak sejarah pada 1997 di Mesir usai jadi runner-up Piala Asia U-17 1996, dan kembali lolos ke edisi 1999 di Selandia Baru setelah menjuarai Piala Asia U-17 1998.
Namun, Thailand gagal melangkah jauh di kedua edisi tersebut karena terhenti di fase grup.
Di edisi 2025 ini, mereka tak mampu mengulangi pencapaian itu setelah kalah dua kali di babak grup dari Uzbekistan dan Arab Saudi.
Timnas Indonesia Wakil Semata Wayang ASEAN di Piala Dunia U-17 2025
Baca Juga: Kronologi Vietnam Tersingkir Dramatis, Gagal Temani Timnas Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025
Timnas Indonesia U-17 kembali mengharumkan nama Asia Tenggara di kancah sepak bola dunia. Pasukan Garuda Asia secara resmi menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, setelah pesaing regional lainnya tersingkir dari ajang Piala Asia U-17 2025.
Kepastian ini datang usai Vietnam dipastikan tersingkir dari Grup B Piala Asia U-17 2025. Dalam laga yang berlangsung Kamis malam (10/4/2025), Vietnam hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Uni Emirat Arab (UEA).
Hasil tersebut membuat Vietnam harus puas berada di dasar klasemen dengan tiga poin dari tiga hasil imbang, dan gagal melangkah ke fase gugur.
Gol cepat dari Hoang Trong Duy Khang pada menit ke-23 sempat membuka harapan, namun impian Vietnam buyar setelah Faisal dari UEA mencetak gol penyeimbang tiga menit jelang waktu normal usai.
Berbanding terbalik dengan Vietnam, Timnas Indonesia U-17 tampil perkasa sepanjang fase grup. Anak asuh pelatih Nova Arianto berhasil mengamankan posisi juara Grup C dengan rekor sempurna—tiga kemenangan dari tiga pertandingan dan total sembilan poin.
Kemenangan terakhir atas Afghanistan dengan skor 2-0, yang berlangsung Jumat dini hari (11/4/2025), menambah daftar hasil positif setelah sebelumnya sukses menundukkan Korea Selatan 1-0 dan menggulung Yaman 4-1.
Berita Terkait
-
Sudah Dihubungi PSSI, Harga Pasar Pemain Keturunan Ini Lebih Mahal dari Joey Pelupessy
-
Nova Arianto Enggan Pilih-pilih Lawan di Perempat Final: Semua Punya Kualitas
-
Potensi Patrick Kluivert Lepas dari Taktik Shin Tae-yong saat Lawan China dan Jepang
-
Nova Arianto Buka Suara usai Susah Payah Tundukkan Afghanistan
-
Bukti Stamnia Kuat, Timnas Indonesia U-17 Superior di Menit Akhir Pertandingan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum