Suara.com - Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers tak bisa melanjutkan pertandingan sampai tuntas saat membela FC Twente melawan Fortuna Sittard. Hilgers kemudian tampil penuh saat FC Twenten melawan PEC Zwolle.
Kondisi fisik Mees Hilgers yang rentan cedera kemudian pulih lagi membuatnya mendapat kritik pedas dari pelatih asal Belanda, Gertjan Verbeek.
Menurut eks pelatih Feyenoord tersebut, cedera kambuhan Mees Hilgers bisa mengganggu karier pemain Timnas Indonesia tersebut.
Verbeek pun mengaku bingung, apa sebenarnya cedera yang dialami oleh Mees Hilgers.
"Sungguh mengerikan bahwa ia terus menerus harus keluar sekitar menit ke-80. Saya tidak dapat menemukan di mana dia terluka, mungkin ada yang putus atau semacamnya," kata Verbeek saat ditanya oleh Jan van Staa dari RTV Oost.
Verbeek kemudian menyebut Hilgers layaknya Arjen Robben yang memiliki kaki kaca, artinya rentan cedera.
Namun kata Verbeek, yang jadi pembeda antara Robben dengan Mees Hilgers ialah menit bermain.
"Arjen Robben dulu dikenal sebagai pemain yang punya kaki kaca tetapi ia mampu memainkan enam atau tujuh ratus pertandingan di level tertinggi,"
"Jika Hilgers terus seperti ini, ia akan hanya akan bermain untuk pertandingan internasional Indonesia,"
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Korea Utara U-17 Tayang di TV Mana Malam Ini?
"Anda tidak dapat mengandalkannya dengan kondisi seperti itu, karena ia tidak dapat menyelesaikan pertandingan. Ini juga sangat menyebalkan bagi pelatih," jelas Verbeek.
Nilai Pasar Mees Hilgers
Situasi kurang enak tengah dihadapi oleh bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Ia yang sempat alami cedera di laga melawan Australia kini jadi sorotan pasalnya Hilgers sempat dituding berpura-pura cedera.
Bek FC Twente itu kemudian tampi penuh 90 menit saat lakoni laga derby melawan Heracles, kemarin 30 Maret 2025. Di laga itu, FC Twente menyerah 1-2 dari tim tuan rumah.
Di tengah kontroversi soal cederanya hingga absen di laga melawan Bahrain, Hilgers juga alami situasi cukup pelik.
Nilai pasar Mees Hilgers dilaporkan terus mengalami penurunan sepanjang Maret 2025. Padahal di awal tahun, nilai pasarnya menguat di bursa transfer.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia vs Korea Utara U-17 Tayang di TV Mana Malam Ini?
-
Fans Timnas Indonesia Takut Nova Arianto Senasib STY, Erick Thohir: Kami Punya Perhitungan
-
Feike Muller Latupeirissa Tambah Daftar Pemain Keturunan Maluku Bisa Bela Timnas Indonesia
-
3 Negara Top Eropa yang Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2025, Ada Belanda
-
Dear Coach Nova! Erick Thohir Singgung Timnas Indonesia Lama Tak Lolos Semifinal Piala Asia U-17
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya