Suara.com - Kiper Persebaya Surabaya yang berlabel timnas Indonesia, Ernando Ari sedang dalam performa menurun karena melakukan blunder di tiga pertandingan.
Ernando Ari merupakan kiper utama Persebaya Surabaya, tapi penampilannya kurang maksimal di empat laga terakhir BRI Liga 1.
Nyatanya dari empat laga Bajol Ijo terakhir, Ernando Ari melakukan blunder yang berujung klubnya gagal menang.
Pertama ketika menghadapi PSIS Semarang, Ernando Ari gagal mengantisipasi umpan silan.
Kiper 23 tahun tersebut gagal menjangkau bola, meski sudah keluar dari sarangnya.
Aksinya tersebut membuahkan gol penyema kedudukan yang dicatatkan oleh pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana.
Kemudian saat Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta, Ernando Ari juga melakukan kesalahan.
Kiper yang lahir di Semarang tersebut tidak sempurna membaca situasi one on one.
Ernando Ari berniat melindungi bola, tapi justru nanggung dan Rayhan Hannan bisa menjebol gawangnya dari sudut sempit.
Baca Juga: Dean James Kabarkan Kondisi Cederanya, Kans Bela Timnas Indonesia Makin Besar
"Cukup kecewa karena berakhir dengan imbang, apalagi tadi golnya kesalahan saya," ucap Ernando Ari usai laga melawan tim Macan Kemayoran.
Terbaru, Ernando Ari melakukan kesalahan yang hampir sama seperti laga PSIS Semarang.
Namun kali ini, Persebaya Surabaya menghadapi rivalnya Arema FC.
Penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut tidak sempurna membaca umpan silang, walau tidak ada gangguan pemain lawan.
Akibatnya pemain Arema FC, Thales bisa menjebol gawang Ernando Ari.
Nah, tiga pertandingan membuat kesalahan yang merugikan timnya, Ernando Ari bak kehilangan sentuhan terbaiknya.
Berita Terkait
-
China Maju Jadi Tuan Rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Bak Lelucon, Eliano Reijnders Tertawa Jawab Rumor Bakal Pindah Liga Malaysia
-
Baru Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Striker Keturunan Depok Cetak Gol Debut di Klubnya
-
Jelang Timnas Indonesia vs China, Patrick Kluivert Kena Ultimatum
-
Pelatih Timnas Indonesia SEA Games 2025 Masih Misterius, Erick Thohir Singgung Gelagat Thailand
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey