Suara.com - Pelatih Oxford United, Gary Rowett, menjadi aktor yang berjasa besar di balik terciptanya debut Marselino Ferdinan pada ajang Championship alias kasta kedua Liga Inggris musim 2024/2025.
Duel antara Oxford United menghadapi Swansea City pada pertandingan pekan ke-64 Championship 2024/2025 yang berlangsung di Swansea.com Stadium, Sabtu (3/5/2025), Gary Rowett akhirnya menurunkan Marselino Ferdinan untuk kali pertama.
Pada pertandingan tersebut, Marselino Ferdinan diturunkan Gary Rowett ketika laga menginjak menit ke-77. Pemain berusia 20 tahun itu menggantikan kompatriotnya, Ole Romeny, yang turun sebagai starter.
Hasilnya, performa Marselino Ferdinan yang berlangsung selama 13 menit waktu normal ini menjadi yang pertama dalam kariernya. Apresiasi tentu layak diberikan kepada Gary Rowett yang telah memberikan kesempatan.
Pelatih Oxford United, Gary Rowett, mengungkapkan kepuasannya terhadap performa tim dan semangat juang para pemain.
"Kami mengawali pertandingan dengan cukup baik. Saat pertandingan dimulai, saya telah mengatakan kepada para pemain bahwa kami harus bermain dengan baik," kata Gary Rowett dalam laman resmi klub itu pada Sabtu (3/5/2025).
"Kami tidak pernah menyerah dan saya sangat senang melihatnya," tambah dia.
Keputusan Rowett untuk memberi kepercayaan kepada Marselino mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama dari penggemar sepak bola Indonesia yang antusias menyaksikan kiprah pemain muda Tanah Air di Eropa.
Lantas, siapakah sebetulnya sosok Gary Rowett? Bagaimana kiprahnya di dunia racik strategi hingga akhirnya bisa menukangi Oxford United di Championship 2024/2025? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Baca Juga: Statistik Marselino Ferdinan vs Swansea City: Akurasi Umpan 100 Persen, Duel Selalu Menang
Profil Gary Rowett
Gary Rowett merupakan sosok pelatih yang cukup memiliki nama di Negeri Raja Charles. Meskipun tak termasuk sebagai bintang yang bersinar, tetapi dia punya kiprah yang cukup mengesankan di dunia sepak bola.
Kariernya dimulai sebagai pesepak bola bersama sejumlah klub seperti Cambridge United (1999-1994), Everton (1994-1995) dan Blackpool (1995). Setelah itu, dia sempat bergabung bersama Derby County (1995-1998).
Perjalanan karier berikutnya membawa Gary menuju Birmingham (1998-2000), Leicester City (2000-2002), Charlton Athletic (2002-2004), hingga terakhir kali merumput bersama Burton Albion (2005-2007) sebelum memutuskan pensiun.
Tim yang disebut terakhir itulah yang juga menjadi pelabuhan Gary ketika memutuskan terjun sebagai pelatih profesional. Awalnya, dia sempat menjadi manajer Derby County U-18 pada 2005-2006.
Setelah itu, dia sempat ditunjuk menjadi asisten pelatih Timnas Inggris pada 2007-2008. Kemudian, dia sempat menjadi asisten pelatih Burton Albion (2009-2012), sebelum akhirnya ditunjuk jadi manajer pada 2012-2014.
Berita Terkait
-
Statistik Marselino Ferdinan vs Swansea City: Akurasi Umpan 100 Persen, Duel Selalu Menang
-
Sempat Tersisih, Pemilik Oxford United Senang Ole Romeny Jadi Starter di Laga Penutup
-
Selamat Tinggal Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, Bos Oxford Kasih Isyarat
-
Ole Romeny Pakai Bahasa Indonesia Saat Terima Penghargaan di Oxford United
-
Gantikan Ole Romeny, Oxford United Punya Rencana Besar untuk Marselino Ferdinan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta