Suara.com - Kabar mengenai potensi hengkangnya Denny Landzaat dari jajaran pelatih Timnas Indonesia sempat memicu kekhawatiran di kalangan pecinta sepak bola nasional. Namun, jika ditinjau lebih dalam, kepergian mantan gelandang Timnas Belanda itu sejatinya bukan ancaman besar bagi skuad Garuda.
Meski kontribusi pelatih sangat penting dalam membangun kekuatan tim, dalam kasus Landzaat, ada dua alasan kuat mengapa Timnas Indonesia tetap berada di jalur yang aman jika ia benar-benar mundur dari posisi asisten pelatih. Berikut ulasan lengkapnya:
1. Masih Banyak Pelatih Lokal Berkualitas di Sekitar Timnas
Salah satu keunggulan Timnas Indonesia saat ini adalah keberadaan pelatih lokal yang berpengalaman dan sudah memahami karakter para pemain. Sosok Nova Arianto menjadi contoh nyata dari kualitas pelatih lokal yang dimiliki Indonesia.
Sebagai asisten pelatih yang telah lama bekerja bersama Shin Tae-yong, Nova dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan memiliki kedekatan emosional dengan pemain muda maupun senior.
Ia juga punya pengalaman luas dalam mendampingi tim nasional, termasuk Timnas U-16 dan skuad senior di berbagai ajang internasional.
Keunggulan utama Nova terletak pada pemahamannya terhadap kultur sepak bola Indonesia.
Hal ini menjadi nilai tambah besar jika Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, membutuhkan sosok pendamping yang bisa menjembatani komunikasi dan kultur antara pemain lokal dan pelatih asing.
Apabila Denny Landzaat benar-benar meninggalkan tim, Nova Arianto adalah kandidat ideal untuk mengisi kekosongan tersebut.
Baca Juga: Patrick Kluivert Tak Dipusingkan Cari Pengganti Kevin Diks di Timnas Indonesia
Pengalaman dan komitmennya terhadap tim membuat transisi berjalan lebih mulus tanpa mengganggu stabilitas yang sudah terbangun.
2. Pengaruh Landzaat Belum Signifikan dalam Struktur Tim
Denny Landzaat baru bergabung dengan Timnas Indonesia pada awal 2024. Waktu yang relatif singkat ini belum cukup untuk membentuk sistem permainan atau menerapkan filosofi taktik yang berdampak luas pada performa tim.
Dengan belum adanya cetak biru permainan khas dari Landzaat, kepergiannya tidak akan menimbulkan guncangan besar. Struktur tim tetap solid karena pondasi taktik dan program latihan sepenuhnya berada di bawah kendali Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.
Hal ini berbeda jika Landzaat telah bekerja dalam jangka waktu lebih lama, misalnya satu atau dua tahun, di mana ia memiliki peran utama dalam membentuk identitas permainan tim.
Namun dalam konteks saat ini, kehadiran atau ketidakhadiran Landzaat belum menjadi faktor penentu dalam pembangunan jangka panjang timnas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
-
Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!
-
Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan