Timnas Indonesia saat ini menempati posisi empat Grup C round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jika itu terjadi, maka Graham Arnold yang menjadi pelatih baru Irak bakal bertemu dengan timnas Indonesia lagi.
Di sisi lain, kondisi skuad Garuda juga sudah berbeda dari pertemuan awal menghadapi tim asuhan Graham Arnold.
Pasalnya kala itu, timnas Indonesia masih ditangani oleh Shin Tae-yong.
Kini skuad Garuda sudah berganti pelatih yaitu Patrick Kluivert yang merupakan legenda Belanda.
Di laga debutnya, Patrick Kluivert harus menelan kekalahan melawan Australia dengan skor telak 1-5.
Beruntung di laga keduanya memimpin tim Merah Putih, Jay Idzes dkk berhasil menang atas Bahrain dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Ole Romeny.
Profil Graham Arnold
Graham Arnold, pelatih sepak bola asal Australia yang lahir di Sydney pada 3 Agustus 1963.
Baca Juga: Prediksi Negara Tetangga: Timnas Indonesia Dikalahkan China
Kariernya di dunia sepak bola dimulai sebagai pemain dengan posisi penyerang yang sempat mengharumkan namanya di Australia, Asia, hingga Eropa.
Selama berkarier di Australia, ia tercatat memperkuat Canterbury-Marrickville, Sydney United, dan Northern Spirit.
Di benua Eropa, Arnold sempat merumput bersama Roda JC dan NAC Breda di Belanda serta Standard Liege dan Charleroi di Belgia.
Menjelang pensiun, ia melanjutkan kariernya di Asia bersama Sanfrecce Hiroshima di Jepang sebelum kembali ke Australia dan gantung sepatu pada tahun 2000.
Meski resmi pensiun di awal milenium, nyatanya Arnold telah meniti jalur kepelatihan sejak masih aktif bermain pada musim 1989/1990 dan 1999/2000.
Baru pada 2000 ia benar-benar fokus melatih, dimulai dengan menjadi asisten pelatih tim nasional di bawah Frank Farina dan Guus Hiddink hingga 2006.
Setelah Hiddink mundur, Arnold dipercaya menjadi pelatih sementara timnas Australia hingga gelaran Piala Asia 2007 di empat negara Asia Tenggara.
Usai turnamen tersebut, Australia menunjuk Pim Verbeek sebagai pelatih utama dan membuat Arnold kembali ke posisi asisten sampai 2009.
Arnold lalu melanjutkan kiprah kepelatihannya di level klub bersama Central Coast Mariners dari 2010 hingga 2013.
Keberhasilannya membawa Mariners juara Liga Australia 2012/2013 membuatnya direkrut klub Jepang, Vegalta Sendai, pada Februari 2014.
Namun masa jabatannya di Jepang hanya berlangsung dua bulan sebelum akhirnya dipecat dan pulang untuk menukangi Sydney FC.
Di Sydney FC, ia bertahan selama empat musim dan mempersembahkan gelar Liga Australia 2016/2017 serta Piala Australia 2017/2018.
Prestasi di level klub membuka jalan bagi Arnold kembali menangani tim nasional senior dan U-23 Australia.
Pada Piala Asia 2019, ia membawa tim senior Australia hingga perempat final namun gagal melangkah lebih jauh.
Sebaliknya, bersama tim U-23, Arnold sukses meraih peringkat ketiga di Piala Asia U-23 2020 dan mengantarkan Australia lolos ke Olimpiade Tokyo.
Berita Terkait
-
Media China Yakin Timnas Indonesia Naturalisasi Pemain Berbandrol Rp596 M
-
Viral Tampil di Kelas, Inilah Jejak Pendidikan Pratama Arhan dari SD hingga Kuliah di Semarang
-
Asnawi Mangkualam di Bali Bareng Marselino Ferdinan, Comeback ke Timnas Indonesia?
-
Profil Lengkap Wang Yudong, 'Lamine Yamal dari China' yang Siap Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK
-
Perbandingan Komentar Andre Rosiade Vs Yuran Fernandes, Lebih Pedas Mana?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey