Suara.com - Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan tim nasional dengan strategi naturalisasi pemain keturunan.
Terbaru, mereka tengah memproses naturalisasi seorang bek tengah bernama Leygley Adou, pemain kelahiran Prancis yang memiliki darah Vietnam.
Adou, yang saat ini berusia 27 tahun, lahir di Grenoble, Prancis. Meski tumbuh besar di lingkungan sepak bola Eropa, ia memiliki garis keturunan Vietnam yang membuatnya memenuhi syarat untuk dinaturalisasi.
Kini, Adou memperkuat Ha Tinh FC, salah satu klub peserta Liga 1 Vietnam, dan dikenal sebagai andalan di lini pertahanan tim tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan media lokal Soha, Adou mengungkapkan keinginannya yang besar untuk membela Timnas Vietnam.
“Saya sedang mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi warga negara Vietnam,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keluarganya turut membantu mempercepat proses administratif agar semuanya bisa segera rampung.
“Saya ingin memberikan yang terbaik untuk klub saya saat ini, karena performa yang bagus tentu akan membuka jalan menuju tim nasional,” tambah Adou dengan optimistis.
Pengalamannya bermain di sistem sepak bola Prancis diyakini bisa menghadirkan standar permainan yang lebih tinggi di skuad Vietnam, terutama di sektor pertahanan yang selama ini banyak diisi pemain lokal.
Jika proses naturalisasi berjalan lancar, Adou diperkirakan bisa menjadi opsi jangka panjang untuk lini belakang Timnas Vietnam.
Baca Juga: Selamat Datang Penyerang Keturunan! 2 Tak Perlu Naturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia U-23
Pengalamannya di Eropa dan performa solidnya di liga domestik memberi harapan besar bagi VFF dalam meningkatkan kualitas skuad nasional.
Langkah VFF ini dinilai sebagai respon terhadap kekuatan baru Timnas Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir aktif merekrut pemain keturunan dari Eropa.
Timnas Indonesia telah menuai hasil positif dari strategi ini, membuat negara-negara di kawasan ASEAN, termasuk Vietnam, mulai mengambil langkah serupa agar tidak tertinggal dalam persaingan.
Adou bukan satu-satunya pemain keturunan yang menjadi incaran VFF. Sebelumnya, pada bulan Maret lalu, federasi tersebut telah menyelesaikan proses naturalisasi Jason Pendant, seorang bek kiri yang kini memperkuat Cong An Hanoi, salah satu klub elite Liga Vietnam.
Meski status kewarganegaraannya sudah resmi, Pendant belum mendapat kesempatan debut di level internasional bersama Timnas Vietnam.
Langkah agresif Vietnam dalam merekrut pemain diaspora menunjukkan tekad mereka untuk bersaing di level yang lebih tinggi, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di pentas Asia secara keseluruhan.
Dengan menambah pemain berdarah Vietnam yang berkarier di luar negeri, VFF berharap bisa menggabungkan teknik lokal dengan pengalaman internasional.
Strategi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Vietnam untuk tetap kompetitif di era sepak bola modern yang semakin terbuka bagi pemain multinasional.
Kualitas individu seperti Adou dan Pendant diharapkan mampu mengangkat performa tim nasional, tidak hanya untuk turnamen regional seperti Piala AFF, tetapi juga ajang yang lebih besar seperti Kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia.
Masuknya pemain keturunan juga mencerminkan tren global di mana banyak negara mengandalkan talenta diaspora untuk meningkatkan daya saing mereka.
Vietnam tampaknya tak ingin hanya menjadi penonton dalam tren ini, melainkan ikut aktif membentuk generasi baru yang mampu bersaing di level tertinggi.
Dengan segala persiapan yang tengah dilakukan, termasuk naturalisasi Adou, Timnas Vietnam kini tengah menuju era baru yang penuh dengan semangat dan ambisi besar.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di Asia Tenggara akan semakin ketat, terutama dengan adanya rivalitas yang kian memanas antara Vietnam dan Indonesia dalam memperebutkan dominasi kawasan.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Pemain Burnley Nyatakan Ingin Bela Timnas Vietnam
-
Pemain Keturunan Rp38 Miliar Sembuh dari Cedera Panjang, Langsung Bela Timnas Indonesia?
-
Miliano Jonathans: Semuanya Tidak Berjalan dengan Baik
-
Derby Pemain Keturunan, Miliano Jonathans cs Kena Mental Dihajar Mees Hilgers 0-2
-
Selamat Datang Penyerang Keturunan! 2 Tak Perlu Naturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia U-23
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Nyali Petinggi Ratchaburi FC Ciut Intip Militansi Bobotoh Jelang Tandang ke Markas Persib Bandung
-
Debut Mengecewakan Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, Bojan Hodak Sindir Level Liga 1
-
Pelatih Belanda Sanjung Gaya Main Striker Keturunan Depok Dean Zandbergen, John Herdman Minat?
-
Bojan Hodak Akui Persib Main Jelek, Leg 2 Berat Kalahkan Ratchaburi FC
-
Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak Sampai 2028, Manchester United Gigit Jari
-
Nova Arianto Buka Suara Usai Timnas Indonesia U-17 Dibekuk China, Singgung Ekspektasi Tinggi
-
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge, Pemprov DKI Komitmen Besarkan Sepak Bola Putri
-
Kronologis Bobotoh Provokasi Fans Ratchaburi FC Hingga Nyaris Baku Hantam
-
Sanksi Kartu Kuning Paksa Mauricio Souza Absen, Ricky Nelson Pimpin Persija di Kandang Bali United
-
Sumardji Kena Sanksi FIFA 20 Laga, Siapa Berani Jadi Manajer Baru Timnas Indonesia?