Suara.com - Madura United bersiap tampil habis-habisan saat menghadapi Bali United dalam laga tandang pekan ke-33 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Laskar Sape Kerrab untuk menjauh dari jeratan zona degradasi, mengingat posisi mereka di klasemen masih rawan terperosok ke dasar.
Menjelang laga penting ini, Madura United memiliki 33 poin dan berada di peringkat ke-14.
Jumlah poin ini hanya berselisih dua angka dari Barito Putera yang kini menempati posisi ke-16 atau zona degradasi, dengan koleksi 31 poin hingga pekan ke-32.
Dengan dua laga tersisa di kompetisi, kemenangan atas Bali United menjadi harga mati bagi Madura United agar nasib mereka tidak ditentukan oleh hasil tim lain.
Pelatih Madura United, Alfredo Vera, menyatakan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur menghadapi laga di kandang Bali United.
Satu-satunya pemain yang absen dalam pertandingan ini adalah bek andalan mereka, Koko Ari, yang masih dalam masa pemulihan cedera usai mengalami benturan saat melawan Persija Jakarta.
"Sekarang kami masih ada selisih dua poin. Untuk itu penting pertandingan besok dapat tiga poin," kata Pelatih Madura United Alfredo Vera dalam jumpa pers virtual di Denpasar, Bali, Jumat.
Vera menyadari bahwa pertandingan ini tidak akan berjalan mudah.
Bali United, yang dikenal dengan julukan Serdadu Tridatu, juga memiliki motivasi besar untuk mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen.
Baca Juga: Bojan Hodak akan Rotasi dan Turunkan Lapis Kedua, Persib Bandung Bisa Tetap Menang?
Saat ini, Bali United berada di posisi kesembilan dengan 47 poin.
Bermain di kandang sendiri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tentu memberi keuntungan tambahan bagi tim tuan rumah.
Namun demikian, Madura United tak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam laga ini. Mereka datang dengan tekad dan semangat tinggi untuk meraih tiga poin penuh.
Tim asal Pulau Garam itu telah melakukan persiapan intensif, baik dari sisi fisik maupun taktik, guna memastikan penampilan terbaik di lapangan.
Pemain belakang Madura United, Pedro Moenteiro, menyatakan dirinya bersama para pemain lainnya telah siap secara fisik dan mental.
Menurutnya, laga kontra Bali United akan menjadi laga berat, apalagi Bali tampil di hadapan pendukung sendiri dalam laga kandang terakhir mereka musim ini.
Namun, fokus utama Madura tetap pada target tiga poin yang sangat vital demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Dalam konteks kompetisi Liga 1, zona degradasi kerap menjadi medan pertempuran sengit di akhir musim.
Setiap poin sangat berarti dan bisa menentukan nasib klub untuk tetap bertahan atau terdegradasi ke Liga 2.
Dengan ketatnya selisih poin antara tim-tim papan bawah, Madura United tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun dalam dua laga tersisa.
Pertandingan antara Bali United vs Madura United akan digelar pada Sabtu (17/5) pukul 16.30 WITA di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Pertarungan ini diprediksi berlangsung sengit karena masing-masing tim mengusung misi berbeda.
Bali United ingin menutup laga kandang musim ini dengan kemenangan, sementara Madura United membawa beban lebih besar karena ancaman degradasi yang menghantui.
Secara statistik, Madura United memiliki tantangan besar. Sepanjang musim 2024/2025, performa mereka di laga tandang belum terlalu konsisten.
Namun, catatan itu tak menyurutkan ambisi mereka untuk mencuri poin maksimal dari markas Serdadu Tridatu.
Fokus, disiplin, dan strategi yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan mereka dalam laga ini.
Di sisi lain, Bali United juga bukan tanpa motivasi. Meskipun sudah aman dari ancaman degradasi, posisi mereka di papan tengah masih bisa diperbaiki.
Tambahan tiga poin akan membuka peluang mereka untuk mengakhiri musim di posisi lebih baik, sekaligus memberikan hadiah kemenangan kepada para pendukung yang memadati stadion.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel panas di pekan ke-33 Liga 1.
Bagi Madura United, setiap detik di lapangan adalah perjuangan untuk menyelamatkan musim. Jika gagal mengamankan poin, mereka berpotensi jatuh ke zona merah pada pekan terakhir.
Tekanan tinggi akan menghampiri mereka, namun di sisi lain, ini juga bisa menjadi momentum kebangkitan tim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan