Bola / Bola Indonesia
Selasa, 20 Mei 2025 | 12:53 WIB
Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes mengunggah postingan pedas tentang sepak bola Indonesia. Hukuman kapten PSM Makassar Yuran Fernandes berkurang. Komite Disiplin PSSI kembali mengeluarkan keputusan terkait pelanggaran yang terjadi dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia. [Instagram @yur4nfernandes]

Tak hanya itu, dua pemain Persib juga mendapatkan teguran keras dari Komdis PSSI.

Edo Febriansyah dan David da Silva diketahui berada di area tunnel yang seharusnya steril dan hanya diperuntukkan bagi pihak yang berkepentingan langsung dengan jalannya pertandingan.

Edo Febriansyah yang sebelumnya diganjar kartu merah dalam laga tersebut, memilih tidak masuk ke ruang ganti dan tetap berada di area tunnel.

Sedangkan David da Silva berada di lokasi yang sama meski dirinya tidak masuk dalam daftar susunan pemain pada pertandingan itu.

Area tunnel merupakan zona terbatas yang keberadaannya ditujukan untuk mendukung pengamanan serta jalannya pertandingan yang kondusif.

Kehadiran individu yang tidak memiliki wewenang di area ini bisa memicu potensi gangguan, bahkan konflik, terutama dalam situasi emosional seusai laga.

Fokus PSSI pada Penegakan Disiplin Demi Profesionalisme Sepak Bola Nasional

Langkah tegas yang diambil Komite Disiplin dan Komite Banding PSSI ini menunjukkan komitmen serius federasi sepak bola Indonesia dalam menjaga marwah kompetisi domestik.

Dengan semakin meningkatnya intensitas dan sorotan publik terhadap Liga 1, setiap bentuk pelanggaran dipastikan akan mendapat sanksi tegas sebagai efek jera bagi para pelaku dan pembelajaran bagi klub serta suporter lainnya.

Baca Juga: 3 Pihak Blak-blakan Beri Dukungan untuk Yuran Fernandes, Komdis PSSI Revisi Hukuman

Penegakan disiplin bukan hanya menjadi simbol ketegasan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ekosistem sepak bola profesional yang layak disaksikan dan dinikmati seluruh elemen masyarakat.

Suporter, pemain, hingga manajemen klub diharapkan bisa meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga sportivitas dan menghormati regulasi yang berlaku.

Hukuman terhadap Arema FC, Persib Bandung, dan Yuran Fernandes diharapkan menjadi contoh bahwa setiap tindakan di luar batas aturan tidak akan dibiarkan begitu saja.

Terlebih lagi, aspek keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan kini menjadi perhatian utama, mengingat tingginya animo masyarakat terhadap kompetisi sepak bola tanah air.

Dengan adanya sanksi ini, publik juga diingatkan bahwa keberhasilan dalam dunia olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh hasil di lapangan, tetapi juga oleh perilaku para aktor di dalam dan luar lapangan.

Kedewasaan dalam menyikapi keputusan wasit, menghargai lawan, serta patuh terhadap zona yang telah ditentukan menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme dalam sepak bola modern.

Berikut Hasil Sidang Komite Banding PSSI, Tanggal 16 Mei 2025

1. Sdr. Yuran Fernandes Rocha Lopes (Pemain PSM Makassar)

- Pertandingan: PSS Sleman vs PSM Makassar
- Tanggal Kejadian: 03 Mei 2025
- Pelanggaran: Perilaku Yang Menghina dan Penerapan Fairplay.
- Sanksi Komite Disiplin PSSI: sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di Indonesia selama 12 bulan dan denda Rp. 25.000.000,-
- Keputusan Komite Banding PSSI:

1. Menolak permohonan banding yang diajukan oleh Klub PSM Makassar untuk pemainnya atas nama YURAN FERNANDES ROCHA LOPES untuk seluruhnya.

2. Memperbaiki Keputusan Komite Disiplin PSSI sepanjang mengenai kualifikasi pelanggaran disiplin dan berat ringannya sanksi, menjadi:

2.1 Menyatakan pemain Klub PSM Makassar atas nama YURAN FERNANDES ROCHA LOPES secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pelanggaran disiplin berupa mendiskreditkan keputusan perangkat pertandingan.

2.2 Menjatuhkan sanksi disiplin kepada pemain Klub PSM Makassar atas nama YURAN FERNANDES ROCHA LOPES berupa larangan beraktivitas yang terkait dengan sepak bola selama 3 bulan kalender sejak keputusan diterbitkan dan membayar denda Rp. 25.000.000,-

Load More