Suara.com - Menjelang pertandingan penting melawan China, Timnas Indonesia menghadapi situasi yang cukup menantang, terutama terkait ketidakpastian kondisi bek andalan mereka, Sandy Walsh.
Pemain yang saat ini memperkuat Yokohama F. Marinos di J1 League Jepang tersebut dikabarkan mengalami cedera, yang membuatnya belum bisa bergabung dalam sesi pemusatan latihan (TC) yang berlangsung di Bali United Training Center untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sandy Walsh tercatat sebagai satu dari sembilan pemain yang absen dalam latihan perdana yang digelar pada Senin, 26 Mei 2025.
Absennya pemain kelahiran Belgia itu menambah daftar panjang pemain yang tidak hadir karena berbagai alasan, termasuk cedera dan akumulasi kartu.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil evaluasi medis dari tim dokter Timnas dan klub Sandy di Jepang.
Komunikasi intens terus dilakukan untuk menentukan langkah terbaik, apakah sang pemain akan tetap berangkat ke Indonesia atau fokus pada proses pemulihan di Jepang.
“Saya sudah bicara dengan Sandy, tapi kami belum tahu pasti apakah dia bisa bergabung atau tidak,” kata Patrick Kluivert.
“Kalau Sandy tak bisa datang, kami masih punya beberapa pemain lain di posisi itu.”
Dalam wawancara singkat dengan media, Patrick Kluivert menyebutkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Sandy.
Baca Juga: Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong Kompak Prediksi Hasil Timnas Indonesia vs China dan Jepang
Namun, belum ada kejelasan apakah sang pemain bisa bergabung dengan skuad Garuda atau tidak.
Sambil menunggu keputusan final, pelatih asal Belanda itu telah mempersiapkan beberapa nama sebagai opsi pengganti.
Beberapa pemain yang disiapkan untuk mengisi posisi bek kanan dan wingback di antaranya adalah Kevin Diks, Eliano Reijnders, dan Yakob Sayuri.
Ketiganya dinilai memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang mumpuni untuk mengisi kekosongan jika Sandy tidak bisa memperkuat tim.
Tidak hanya kehilangan Sandy, skuad Merah Putih juga dipastikan tidak akan diperkuat oleh beberapa nama penting lainnya.
Marselino Ferdinan dan penjaga gawang Maarten Paes harus menepi karena akumulasi kartu.
Sementara itu, Ragnar Oratmangoen dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya tidak dalam kondisi terbaik untuk tampil.
Lini depan Timnas juga terkena imbas, dengan cederanya Septian Bagaskara. Sebagai langkah antisipatif, Patrick Kluivert memanggil gelandang muda berbakat dari Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha.
Kehadiran Beckham diharapkan bisa menambah kedalaman skuad dan memberikan variasi strategi di lapangan.
Situasi yang dihadapi Timnas Indonesia kali ini tentu bukan hal yang mudah.
Dengan absennya sejumlah pemain kunci, tim pelatih harus memutar otak untuk menyusun strategi yang fleksibel dan efektif dalam menghadapi lawan yang tangguh seperti China.
Namun demikian, Patrick Kluivert tetap menunjukkan sikap optimistis. Ia meyakini bahwa seluruh pemain yang tersedia tetap memiliki kapasitas untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik.
Demi memperkuat kesiapan tim, latihan intensif terus dilakukan di Bali.
Fokus utama saat ini adalah menjaga kondisi fisik pemain, meningkatkan koordinasi antar lini, serta mematangkan skema permainan yang sudah disiapkan.
Tim pelatih juga berupaya menciptakan suasana kompetitif di dalam skuad agar setiap pemain merasa termotivasi untuk memberikan kontribusi maksimal.
Laga melawan China bukan sekadar pertandingan biasa. Ini menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia dalam upaya mereka meraih poin krusial demi menjaga asa di kompetisi internasional.
Ketersediaan pemain, adaptasi strategi, dan kerja sama tim menjadi tiga elemen utama yang harus dioptimalkan dalam waktu yang terbatas.
Sebagai bagian dari persiapan, Timnas Indonesia juga akan menggelar uji coba internal guna menilai efektivitas formasi dan kombinasi pemain yang telah disiapkan.
Hal ini menjadi penting untuk menyesuaikan komposisi tim dengan situasi aktual, mengingat kemungkinan absennya pemain masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Meski badai cedera dan ketidakhadiran pemain menjadi tantangan besar, semangat dalam skuad Garuda tidak luntur.
Para pemain tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk menjaga kehormatan negara di pentas internasional.
Dengan dukungan penuh dari staf pelatih dan semangat kolektif dari seluruh anggota tim, harapan untuk tampil solid melawan China masih terbuka lebar.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Persib Bandung vs Persik Kediri: Bojan Hodak Singgung Soal Faktor X
-
Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis
-
Siapa Maycon Cardozo? Jebolan Thailand yang Debut Lawan Kevin Diks di Bundesliga
-
Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah
-
Neymar Digugat! Perempuan Ini Dipaksa Eks PSG Itu Kerja 16 Jam Sehari Layani 150 Orang
-
Bayern Munich Bantai Gladbach, Leon Goretzka Kesal dengan Kevin Diks Dkk, Ada Apa?
-
Messi Sukarela Bertemu Trump, Cerita Maradona Dipaksa Bertemu Diktator Penculik 400 Bayi
-
Big Match Pembuka Pekan, Ini Link Live Streaming Borneo FC vs Persebaya Surabaya
-
Profil Jorge Mas Pemilik Inter Miami Berdarah Kuba yang Dijanjikan Sesuatu oleh Trump
-
Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi