Keduanya absen karena akumulasi kartu, mempersempit opsi pemain di sektor penjaga gawang dan lini tengah.
Ketiadaan Maarten membuka peluang bagi kiper lainnya untuk menunjukkan performa terbaik mereka di bawah mistar gawang.
Sementara itu, untuk mengisi posisi bek kanan yang ditinggal Sandy, Timnas masih menunggu kedatangan Kevin Diks yang saat ini memperkuat FC Copenhagen.
Namun, jika Diks belum bisa segera bergabung, Kluivert masih memiliki opsi pemain lokal seperti Asnawi Mangkualam dan Yakob Sayuri.
Keduanya telah menunjukkan konsistensi dan kemampuan adaptasi yang baik dalam berbagai pertandingan sebelumnya.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan progres dalam sepak bola Asia.
Persaingan di Grup C yang dihuni China dan Jepang menjadi sangat ketat, dan setiap pertandingan memiliki nilai strategis yang tinggi.
Laga kandang melawan China sangat krusial dalam menjaga peluang lolos ke putaran berikutnya.
Meski dihantam badai cedera dan absennya sejumlah pemain kunci, Timnas Indonesia tetap menunjukkan optimisme tinggi.
Baca Juga: Terpopuler Sepak Bola: 9 Pemain Dicoret, Timnas Indonesia Gak Layak Lolos Piala Dunia 2026
Tim pelatih berusaha memaksimalkan pemain yang tersedia dan menyiapkan strategi matang untuk menghadapi dua lawan berat tersebut.
Dukungan suporter di SUGBK diharapkan mampu menjadi suntikan semangat bagi para pemain yang tampil.
Sandy Walsh sendiri dikenal sebagai salah satu pemain diaspora yang konsisten menunjukkan loyalitas terhadap Timnas Indonesia sejak proses naturalisasinya rampung.
Meski belum bisa memperkuat tim dalam dua laga ini, dia menegaskan komitmennya untuk kembali bergabung dalam kampanye selanjutnya, termasuk jika Timnas melaju ke fase lanjutan.
Situasi yang dihadapi Timnas Indonesia ini menjadi pengingat bahwa kompetisi internasional bukan hanya tentang kekuatan teknis, namun juga soal kedalaman skuad dan kesiapan menghadapi kondisi tak terduga.
Patrick Kluivert dan stafnya kini dituntut untuk cepat beradaptasi dan memastikan strategi tetap berjalan optimal meski tanpa sejumlah pemain utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kelas Dunia! Ini Venue untuk Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia
-
Hansi Flick Pusing Jelang Barcelona Hadapi Laga Hidup Mati Kontra Eks Klub Kevin Diks
-
Alfeandra Dewangga Ingin Cetak Sejarah Bersama PersibBandung
-
Rahasia Gol Free Kick Ciamik Dominik Szoboszlai
-
Miliano Jonathans Usai Cetak Gol Debut di Excelsior: Perasaannya Campur Aduk
-
Peta Peluang Lolos 16 Besar Liga Champions: Nasib Chelsea, Liverpool, Man City, dan Barcelona
-
Giliran Pemain Keturunan Rp 10,43 Miliar Dikabarkan Gabung Persija Jakarta
-
Profil Paulo Ricardo, Calon Pengganti Thales Lira di Persija Jakarta
-
Fajar Fathurrahman Kagum dengan Fasilitas Persija Jakarta: Bisa Gym Sebelum Latihan
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?