"Tidak ada yang berbeda, semuanya berdasarkan kemampuan. Saya juga memberikan kesempatan kepada pemain lokal karena mereka layak," imbuhnya.
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia akan menghadapi laga pamungkas Grup C melawan Jepang di Stadion Suita, Osaka, Selasa (10/6/2025).
Meski hasil pertandingan tidak lagi memengaruhi kelolosan kedua tim, laga diprediksi tetap berlangsung seru.
Saat ini, Timnas Indonesia menempati peringkat keempat klasemen Grup C dengan 12 poin, sementara Bahrain dan China masing-masing mengoleksi 6 poin.
Situasi ini membuat posisi Indonesia aman untuk melaju ke fase berikutnya. Laga melawan Jepang menjadi ajang untuk menguji mental sekaligus menambah pengalaman internasional bagi para pemain muda.
Sebagai informasi, putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan digelar pada 8 hingga 14 Oktober 2025.
Enam tim terbaik dari berbagai grup akan dibagi ke dalam dua grup kecil, masing-masing berisi tiga tim.
Format round-robin akan diterapkan, di mana setiap tim bertemu satu sama lain.
Juara grup akan langsung lolos ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up akan saling berhadapan di babak kelima untuk memperebutkan satu tiket tambahan.
Baca Juga: Legenda Jepang Soal Lawan Timnas Indonesia: Tidak Penting, Anggap Uji Coba
Kualifikasi ini bukan sekadar rangkaian pertandingan, melainkan juga pembuktian arah baru sepak bola Indonesia di bawah kendali pelatih asal Belanda tersebut.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan strategi modern, Timnas Indonesia mulai menunjukkan potensi untuk bersaing di level lebih tinggi.
Bagi para penggemar, laga melawan Jepang tentu dinantikan, bukan hanya untuk melihat hasil akhir, tetapi juga bagaimana tim menunjukkan karakter, semangat, dan kualitas yang terus berkembang.
Apalagi, tampil di kandang Jepang akan menjadi ujian berat sekaligus tolok ukur sejauh mana progres yang telah dicapai.
Langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 memang masih panjang.
Namun, keberhasilan lolos ke putaran keempat menjadi bukti nyata bahwa skuad Merah Putih kini berada di jalur yang tepat.
Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh dari masyarakat, harapan tampil di panggung dunia bukan lagi mimpi yang mustahil.
Berita Terkait
-
Drawing Round 4 Kualifikasi Piala Dunia: Timnas Indonesia Masuk Pot 3, Siapa Lawannya?
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Patrick Kluivert: Kami Tidak akan Bertemu
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Disorot Federasi Jepang, Ole Romeny hingga Marselino
-
Jay Idzes Bisa Main di Liga Europa Musim Depan! Media Italia Kasih Bocoran
-
Timnas Indonesia atau Belanda? Pemain Keturunan Surabaya Tentukan Pilihan
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Jadwal Persib Bandung dan Borneo FC di ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Piala AFF U-19 2026: Australia Vs Kamboja, Duel Penentu Calon Lawan Timnas Indonesia U-19
-
Kalkulasi Poin FIFA Jika Timnas Indonesia Berhasil Kalahkan Mozambik di FIFA Matchday
-
Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026: Antara Warisan Lionel Messi dan Ujian Realitas
-
John Herdman Jadikan Mozambik 'Eksperimen' Taktik Timnas Indonesia
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
-
Lamine Yamal 'Dipaksa' Pulih Timnas Spanyol, Barcelona Akui Ketar-ketir
-
Skandal FIFA: Merasa 'Disingkirkan' Sistematis, Platini Gugat Gianni Infantino