Bola / Bola Indonesia
Selasa, 10 Juni 2025 | 15:31 WIB
4 Perubahan Wajib Dilakukan Kluivert Agar Timnas Indonesia Tak Lagi Dibantai Jepang.(pssi.org)

Tambahkan gelandang dengan mobilitas tinggi seperti Marselino atau Ricky Kambuaya agar Jepang tidak sepenuhnya menguasai ritme laga.

Selain itu, laga ini merupakan kesempatan penting bagi Indonesia untuk menguji kemampuan lini tengah menghadapi tekanan ekstrem.

Atmosfer stadion dan kecepatan permainan Jepang akan menjadi simulasi berharga jelang ronde keempat, yang bakal menghadirkan lawan-lawan lebih berat.

2. Ubah Pendekatan Bertahan, Jangan Terlalu Pasif

Di pertemuan terakhir, Timnas Indonesia bertahan terlalu dalam dan minim pressing, terutama setelah 15 menit pertama.

Ini membuat Jepang leluasa menembus pertahanan dan menciptakan banyak peluang.

Kini, Kluivert perlu mengubah pendekatan bertahan. Pressing terstruktur di area te

ngah harus dilakukan sejak awal. Tidak boleh menunggu Jepang masuk kotak penalti baru bertahan.

Melawan tim setajam Jepang, pendekatan pasif adalah resep bencana.

Baca Juga: Termasuk Rizky Ridho, Ini 6 Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret Lawan Jepang

Justru, pressing aktif akan membantu membangun mentalitas bertanding yang lebih agresif—suatu aspek yang sangat dibutuhkan di fase kualifikasi selanjutnya.

Selain itu, laga ini bisa menjadi ajang bagi Kluivert untuk bereksperimen dengan strategi bertahan.

Dengan status sudah aman ke ronde keempat, pelatih asal Belanda itu memiliki ruang untuk mencoba pendekatan taktik yang lebih berani, sekaligus memperkuat chemistry tim.

3. Fokus pada Transisi Cepat, Jangan Terlalu Sering Bangun dari Belakang

Salah satu kesalahan mencolok di laga sebelumnya adalah terlalu sering membangun serangan dari belakang. Padahal, Jepang memiliki pressing cepat yang sangat mematikan.

Kluivert sebaiknya mengandalkan bola-bola langsung ke striker cepat seperti Ole Romeny. Jika tidak bisa bermain sabar, setidaknya serangan balik harus efektif.

Pemain seperti Yakob Sayuri dan Egy Maulana Vikri bisa menjadi solusi di sisi sayap. Kecepatan mereka penting untuk mengeksploitasi ruang di belakang bek Jepang.

Lebih dari sekadar taktik, pola transisi cepat ini juga menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi ronde keempat.

Pengalaman melawan tekanan dan pressing Jepang akan membantu Indonesia lebih siap ketika bertemu tim-tim elite Asia lainnya.

4. Bangun Mental Bertanding Sejak Sebelum Kick-off

Salah satu faktor yang paling terlihat saat kalah 0-4 lalu adalah inferioritas mental. Pemain terlihat ragu, panik, dan kurang percaya diri setelah gol pertama Jepang.

Kluivert harus memulihkan mental bertanding para pemain. Kini, Indonesia bukan lagi tim yang sekadar meramaikan kompetisi.

Dengan status lolos ke ronde keempat dan peringkat FIFA yang terus menanjak, Garuda harus menunjukkan karakter pejuang.

Laga melawan Jepang adalah momen ideal untuk mengasah mental bermain di bawah tekanan tinggi.

Atmosfer stadion dan kualitas lawan akan menyerupai atmosfer Piala Dunia—pengalaman yang sangat penting bagi pemain muda Indonesia.

Selain itu, setiap tambahan poin dari laga ini bisa sangat berharga untuk peringkat FIFA.

Dengan ranking FIFA sebagai acuan dalam proses drawing ronde keempat nanti, hasil positif—even imbang—akan membantu Indonesia menghindari grup terlalu berat.

Tak perlu takut kalah, yang penting adalah menunjukkan bahwa Indonesia telah berkembang dan mampu bersaing di level tertinggi Asia. Jangan kalah sebelum bertanding.

Kontributor: Aditia Rizki

Load More