Dengan fisik kuat dan gaya permainan langsung, Irak bisa menyulitkan Indonesia jika tidak diantisipasi dengan baik.
Disiplin dan efisiensi akan menjadi kunci jika Garuda harus menghadapi tim yang selalu mengalahkan skuad Merah Putih dalam tiga laga terakhir yakni di Piala Asia 2023 dan ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
4. Uni Emirat Arab (Pot 2)
UEA juga merupakan calon lawan dari Pot 2 yang memiliki skuad berpengalaman dan sering tampil hingga babak akhir kualifikasi zona Asia.
Stabilitas dan teknik individu para pemain mereka bisa menjadi tantangan tersendiri. Jika bertemu UEA, Timnas Indonesia harus menampilkan performa terbaik secara mental dan taktik.
Jadwal Drawing dan Format Pertandingan
Menurut situs resmi AFC, drawing resmi ronde keempat akan digelar pada 17 Juli 2025. Enam tim yang lolos akan dibagi ke dalam dua grup (Grup A dan Grup B), masing-masing terdiri dari tiga tim.
Format pertandingan menggunakan sistem round robin satu putaran, yang berarti setiap tim hanya bermain dua kali—sekali kandang dan sekali tandang—atau di venue netral yang ditentukan.
Laga-laga ini akan dimainkan dalam jangka waktu singkat, yakni antara 6 hingga 14 Oktober 2025, dalam satu jendela FIFA agar efisien dari sisi logistik dan persiapan.
Baca Juga: AFC Plin-plan Soal Menentukan Tuan Rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
AFC hingga kini belum menetapkan negara tuan rumah untuk ronde keempat, namun Qatar dan Arab Saudi disebut sebagai kandidat kuat penyelenggara pertandingan di tempat netral.
Persiapan Garuda Jelang Ronde 4
Meski kalah telak 0-6 dari Jepang di laga terakhir ronde ketiga, kemenangan atas China menjadi kunci Indonesia menembus ronde keempat.
Ini adalah prestasi historis, karena untuk pertama kalinya Timnas Indonesia mencapai fase ini dalam Kualifikasi Piala Dunia.
Pelatih Patrick Kluivert menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh.
"Babak keempat, seperti yang saya katakan, kami harus belajar dari kekalahan besar ini," ujar Kluivert.
Ia juga menyatakan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi semua punya kualitas tinggi dan ambisi yang sama besar.
“Ya, tentu saja, semua peserta di babak keempat sangat kuat. Ada Oman, Palestina, dan negara-negara besar lainnya yang juga ingin lolos ke Piala Dunia, seperti kami,” tegasnya.
Dengan hanya juara grup yang lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dan runner-up harus bertarung di ronde kelima, tak ada ruang untuk kesalahan. Laga dua kali akan menentukan segalanya.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje