Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 02:43 WIB
Ilustrasi petasan (Pexels.com)
Baca 10 detik
  • Federasi Sepak Bola Ekuador resmi memprotes FIFA atas gangguan kebisingan suporter Meksiko di hotel jelang laga 32 besar.
  • Aksi suporter Meksiko yang menggunakan pengeras suara di malam sebelum pertandingan telah mengganggu waktu istirahat pemain Ekuador.
  • Aparat keamanan berhasil membubarkan kerumunan tersebut untuk memulihkan ketertiban agar persiapan tim Ekuador dapat kembali berjalan normal.

Suara.com - Jelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Ekuador, aksi kontroversial dialami skuat La Tri.

Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) resmi mengajukan protes ke FIFA terkait gangguan yang terjadi di hotel tim.

Insiden ini terjadi pada malam sebelum pertandingan.

Sejumlah suporter Meksiko berkumpul di luar hotel dengan pengeras suara, musik keras, hingga DJ untuk mengganggu waktu istirahat para pemain Ekuador.

Dalam pernyataan resminya, FEF mengecam keras tindakan tersebut.

Mereka menilai aksi itu bertentangan dengan nilai sportivitas yang dijunjung tinggi dalam Piala Dunia.

“Prosedur ini jauh dari prinsip fair play, kesetaraan, dan persatuan yang seharusnya diwakili oleh sepak bola dunia,” tulis FEF dalam pernyataan resminya.

FEF juga meminta FIFA dan otoritas setempat untuk bertindak tegas.

Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap pemain, staf, dan suporter dari gangguan serupa.

Baca Juga: Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat keamanan turun tangan.

Polisi membubarkan kerumunan suporter yang membuat kebisingan di sekitar hotel.

Ketertiban baru kembali setelah beberapa waktu.

Namun, gangguan tersebut dinilai telah mengganggu persiapan tim Ekuador jelang laga penting.

Meski kecewa, Ekuador menegaskan akan tetap fokus pada pertandingan.

Mereka berharap insiden ini tidak merusak semangat kompetisi.

“Kami percaya hal ini tidak akan merusak pesta sepak bola. Ekuador akan menjawab di lapangan,” demikian pernyataan tegas FEF.

Load More