2. Arab Saudi (Pot 1)
Satu negara lagi dari Pot 1 yang mungkin jadi calon lawan Timnas Indonesia adalah Arab Saudi. Mereka merupakan salah satu negara kuat di Asia, terbukti kini menempati Ranking 58 dunia.
Namun, berbeda dari Qatar, Timnas Indonesia belakangan punya catatan bagus menghadapi Elang Hijau.
Timnas Indonesia bermain imbang di kandang Arab Saudi dan menang 2-0 di pertemuan kedua dalam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lalu.
3. Irak (Pot 2)
Timnas Irak merupakan juara Piala Asia 2007 dan punya rekam jejak kuat dalam babak kualifikasi zona Asia.
Mereka kerap bermain agresif dan mengandalkan kekuatan fisik serta tekanan tinggi.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Irak selalu menang atas Indonesia, termasuk di Piala Asia 2023 dan ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
4. Uni Emirat Arab (Pot 2)
Baca Juga: 3 Kelemahan Timnas Indonesia yang Perlu Diperbaiki sebelum Bertarung di Round 4
UEA merupakan tim dengan sejarah panjang di kancah sepak bola Asia dan biasa menembus fase akhir kualifikasi.
Tim ini memiliki pemain-pemain berteknik tinggi dan pengalaman internasional. Jika Indonesia bertemu UEA, pertandingan diprediksi berjalan ketat dan menguras mental.
Persiapan Garuda dan Tantangan Berat di Depan
Meskipun kalah telak 0-6 dari Jepang di pertandingan terakhir ronde ketiga, Timnas Indonesia tetap berhasil melaju berkat kemenangan penting atas China. Ini menjadi capaian historis bagi skuad Garuda.
Pelatih kepala Patrick Kluivert menekankan pentingnya introspeksi dan peningkatan performa menjelang ronde keempat.
"Babak keempat, seperti yang saya katakan, kami harus belajar dari kekalahan besar ini," ujar Kluivert.
“Ya, tentu saja, semua peserta di babak keempat sangat kuat. Ada Oman, Palestina, dan negara-negara besar lainnya yang juga ingin lolos ke Piala Dunia, seperti kami,” tegasnya.
Dengan sistem hanya juara grup yang langsung lolos dan runner-up harus menghadapi babak tambahan, tak ada ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.
Timnas Indonesia harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari sisi taktik, fisik, maupun mental, untuk bisa bersaing di level tertinggi Asia.
Berita Terkait
-
5 Tempat Netral Dipertimbangkan AFC Jadi Venue Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Selamat Tinggal Mees Hilgers! Bos FC Twente Usir Pemain Rp173 M
-
Ranking FIFA Terbaru ASEAN per Juni 2025: Timnas Indonesia Berpotensi Salip Vietnam
-
Update Ranking FIFA Negara ASEAN: Timnas Indonesia Turun, Malaysia Melejit
-
Joey Pelupessy Bukan Cadangan Usai Timnas Indonesia Batal Naturalisasi Pemain Rp31,29 Miliar
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular