Edisi 2019 kembali dimenangkan oleh Arema FC, menjadikan mereka satu-satunya tim yang pernah meraih dua gelar juara Piala Presiden.
Arema FC pun tercatat sebagai tim dengan gelar Piala Presiden terbanyak sejauh ini.
Kehadiran Indonesia All Stars menjadi gebrakan baru dalam pelaksanaan Piala Presiden.
Nilai hadiah juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya Rp5,25 miliar menjadi Rp5,5 miliar.
"Rp5,5 miliar juara, peringkat kedua Rp3 miliar, posisi tiga Rp2 miliar, posisi keempat Rp1 miliar, jadi kalau Piala Presiden hadiahnya itu nggak boleh turun, minimal sama," jelas Erick.
Piala Presiden 2025 juga dipastikan tidak menggunakan dana APBN. Panitia mengandalkan dukungan dari berbagai pihak sponsor.
Hingga saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp50 miliar dari setidaknya lima sponsor yang telah memberikan konfirmasi.
"Selama Piala Presiden kita tidak pernah menggunakan uang negara, tidak ada APBN, dan tidak ada BUMN. Kita tidak pernah mendapat sponsor dari BUMN, APBN dan BUMN, kenapa? Karena kita mau industri olahraga ini maju bukan dengan unsur-unsur dari pembiayaan dari pemerintah," ujar Maruarar.
"Sponsornya sudah ada lima, minimal lima yang sudah konfirmasi dan sponsornya itu sudah menghasilkan Rp50 miliar.
Baca Juga: Garis Keturunan Felicia de Zeeuw, Amunisi Anyar Garuda Pertiwi: Nenek Lahir di Batavia
"Kemudian yang kedua, hadiah: juara satu Rp5 miliar, juara dua Rp3 miliar, juara tiga Rp2 miliar, juara empat Rp1 miliar. Dan kita buat nanti ada pemain terbaik dan sebagainya, termasuk suporter terbaik," ia menegaskan.
Berita Terkait
-
PSSI Sebut Persija Tak Penuhi 'Syarat' Ikut Piala Presiden 2025: Kita Tak Pilih-pilih
-
Juara Piala Presiden 2025 Cuma Main 4 Laga: Dapat Duit Lebih Besar Juara Liga 1
-
Here We Go! Ole Romeny Cs Main di Piala Presiden 2025: Ini Jadwalnya
-
Diisukan Jadi Dirtek PSSI, Pelatih Keturunan Indonesia Merapat ke Liverpool
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara