Suara.com - Meski Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-6 dari Jepang, tidak semua pemain tampil buruk.
Di tengah tekanan besar dari tim sekelas Samurai Biru, tiga nama justru tampil menonjol dan menunjukkan kualitas individu yang layak dipertahankan.
Para pemain ini pun dinilai pantas untuk dipertahankan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia dan dibawa ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:
1. Emil Audero – Benteng Terakhir yang Tetap Tangguh
Meski gawangnya dibobol enam kali, Emil Audero layak mendapat pujian. Penjaga gawang berusia 28 tahun ini menjadi penyelamat Indonesia dari kekalahan yang lebih besar.
Beberapa kali Emil melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis peluang emas Jepang yang berpotensi menjadi gol tambahan.
Refleks cepat, penempatan posisi yang tepat, dan ketenangannya membuat Emil menjadi pemain paling sibuk sekaligus paling konsisten di laga itu.
Tanpa kehadiran Emil di bawah mistar, bukan tak mungkin Jepang bisa mencetak lebih dari enam gol. Penampilannya layak diganjar kepercayaan penuh di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
2. Jay Idzes – Pemimpin Garis Pertahanan yang Tak Kenal Lelah
Baca Juga: Bandingkan Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert, Arya Sinulingga Kena Semprot
Di tengah tekanan brutal dari lini serang Jepang, Jay Idzes tetap tampil sebagai sosok tangguh di jantung pertahanan.
Pemain yang merumput di Serie B bersama Venezia ini menunjukkan kualitas kepemimpinan di lapangan.
Jay terus memberi instruksi kepada rekan-rekannya dan mencatat sejumlah blok penting yang sempat meredam laju serangan lawan.
Meskipun terlibat dalam beberapa gol kebobolan, kontribusinya untuk mempertahankan struktur pertahanan patut diapresiasi.
Kehadiran Jay sangat penting untuk menjaga kestabilan lini belakang Indonesia yang diprediksi akan kembali mendapat tekanan besar di ronde selanjutnya.
3. Yance Sayuri – Pejuang Sayap dengan Mental Baja
Berita Terkait
-
Perintah Pertama Erick Thohir untuk Simon Tahamata: 3 Bulan ke Depan Harus Pastikan...
-
Dear Patrick Kluivert, Benahi 4 Kelemahan Timnas Indonesia ini untuk Ronde 4
-
Persaingan Sengit Udinese vs Bologna Rekrut Jay Idzes: Bianconeri Siapkan Rp469 M
-
Penyerang Timnas Indonesia Diminta Jangan Terlalu Hormat ke Pemain Asing
-
Pemain Keturunan Rp 78,22 Miliar Juara! Daftar Skuad Timnas Indonesia Punya Menit Bermain Terbanyak
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia