Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tengah melakukan perombakan penting demi menemukan dan melahirkan talenta-talenta unggul pesepakbola Indonesia. Dalam upayanya tersebut, Erick Thohir memberikan instruksi tegas bahwa sistem pencarian bakat harus berjalan maksimal paling lambat tiga bulan ke depan.
Langkah tersebut penting demi menjaga proses regenerasi timnas Indonesia, mulai dari kelompok umur dini hingga tingkat senior.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir saat pertemuannya dengan Kepala Pemandu Bakat (Chief Scout) Timnas Indonesia, yaitu Simon Tahamata, yang diabadikan juga di akun Instagram resminya.
Dalam unggahan tersebut, tampak keduanya tengah mendiskusikan mengenai proses implementasi scouting yang lebih luas, matang, dan berjalan sesuai visi jangka panjang PSSI.
Erick Thohir juga menekankan pentingnya proses scouting yang mampu menjaring talenta dari segala lapisan masyarakat, mulai dari daerah, academy, hingga klub-klub amatir.
Dengan pendekatan yang lebih luas dan merata, diharapkan akan lebih mudah menemukan bakat-bakat potensial yang nanti dapat diberdayakan untuk kepentingan timnas Indonesia, sehingga mampu bersaing di kancah Asia dan internasional.
"Jadi, tiga bulan ke depan kita pastikan scouting sistem jalan," kata Erick Thohir dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Sabtu, yang menunjukkan pertemuannya dengan Kepala Pemandu bakat Timnas Indonesia Simon Tahamata.
Selain mencari bakat, PSSI juga tengah melakukan koordinasi yang lebih erat antara pemandu bakat dan tim kepelatihan di timnas Indonesia.
Dalam prosesnya, Erick Thohir menyampaikan bahwa pemandu bakat akan bekerja sama langsung dengan para pelatih di masing-masing kelompok umur.
Baca Juga: Penyerang Timnas Indonesia Diminta Jangan Terlalu Hormat ke Pemain Asing
Dalam pertemuannya, Erick Thohir juga menyebut nama Coach Patrick yang melatih timnas senior, Coach Gerald yang menangani tim U-23, dan juga pelatih untuk kelompok umur U-20 dan U-17.
Simon Tahamata nantinya juga diberi kewenangan dan tanggung jawab untuk mencari dan menemukan talenta-talenta yang tengah bersinar di akar rumput.
Dalam proses tersebut, pemandu bakat nanti juga harus mampu memberikan laporan yang rinci mengenai potensi masing-masing calon bintang, sehingga proses seleksi dan pembinaan lebih matang dan sesuai standar yang diberlakukan PSSI.
PSSI memang tengah melangkah lebih jauh demi menjaga proses regenerasi timnas Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, proses mencari bakat lebih sering bergantung pada proses trial dan pengamatan manusiawi yang kadang tidak luas dan menyeluruh.
Dengan diberlakukannya scouting system yang lebih rinci, terstruktur, dan luas, proses menemukan talenta unggul diharapkan lebih maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
Terkini
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong untuk PSSI: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Ada di Tangan Pemain Muda
-
Pelatih Argentina Sampai Geleng-geleng Lihat Aksi Lionel Messi Hattrick ke Gawang Aljazair
-
Spanyol Gagal Menang Lawan Tanjung Verde, Mikel Merino: Bukan Kabar Duka, Tak Ada yang Meninggal
-
Lionel Messi Emosional Usai Hattrick ke Gawang Aljazair: Ini Jauh Melampaui Impian Saya
-
Neymar Menjalani Latihan Terpisah di New Jersey Pasca Cedera Panjang
-
Thomas Tuchel Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan Inggris di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
-
Demam Piala Dunia 2026: Marc Klok Dukung 3 Negara Ini Selain Belanda
-
Tak Ada Obat, Lionel Messi Dapat Nilai 10/10 Usai Hattrick Saat Argentina Bantai Algeria
-
Saddil Ramdani Ogah Mulai dari Nol, Pilih Latihan Mandiri Saat Libur Panjang Kompetisi
-
Fakta Mencengangkan di Balik Brace Erling Haaland Saat Norwegia Hajar Irak 4-1