Suara.com - Timnas Indonesia akan melanjutkan petualangan di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sesuai jadwal, babak itu akan berlangsung Oktober mendatang, sekaligus menentukan dua wakil yang lolos langsung.
Hotel Hyatt Place Kuala Lumpur, Bukit Jalil, Malaysia, sudah dipilih sebagai lokasi drawing, 17 Juli mendatang.
Drawing ini akan menentukan pembagian grup untuk enam negara yang tersisa dalam perburuan dua tiket otomatis terakhir ke putaran final Piala Dunia 2026.
Keenam negara tersebut adalah Arab Saudi, Qatar, Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Meski harus menghadapi negara-negara dengan ranking FIFA di atas dan langganan Piala Dunia seperti Arab Saudi, namun Indonesia tetap memiliki modal berharga.
Salah satunya nilai pasar skuad Garuda yang diketahui termewah kedua dari enam kontestan.
Dengan nilai pasar Rp585 miliar lebih versi Transfermarkt, Indonesia berada di atas peserta lain, seperti Arab Saudi (Rp457,14 miliar), Qatar (Rp416,72 miliar), Irak (Rp258,99 miliar) dan Oman (Rp159,48 miliar).
Sejak PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir, sejumlah pemain keturunan Indonesia yang berkarier di liga-liga top Eropa terus berdatangan.
Baca Juga: Striker Haus Gol Rp869 M Jadi Rekan Jay Idzes Jika Pindah ke Bologna
Selain performa, kehadiran mereka otomatis mendongkrak nilai pasar skuad Garuda.
Ini jadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki komposisi skuad yang makin matang dan kompetitif. Posisi tinggi Indonesia di daftar tim termahal tak lepas dari strategi naturalisasi yang agresif namun terukur.
AFC Bikin Ulah
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali membuat keputusan kontroversial menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Terbaru, FC memilih Hotel Hyatt Place Kuala Lumpur, Bukit Jalil, Malaysia, sebagai lokasi drawing, 17 Juli mendatang.
Padahal, tempat drawing yang sebelumnya dijadwalkan digelar di Osaka, Jepang.
Drawing ini akan menentukan pembagian grup untuk enam negara yang tersisa dalam perburuan dua tiket otomatis terakhir ke putaran final Piala Dunia 2026.
Keenam negara tersebut adalah Arab Saudi, Qatar, Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Enam negara di babak ini akan dibagi dalam dua grup. Dimana satu grup berisi tiga tim. Sistem pertandingan yang digunakan yakni round-robin.
Nantinya, juara grup akan mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2026.
Sementara masing-masing runner-up akan bertemu untuk memperebutkan satu tiket ke babak lima atau play-off antarbenua.
Diberitakan sebelumnya, pelatih Arab saudi Herve Renard semringah lantaran bisa menjadi tuan rumah ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, karena kans untuk lolos bertambah.
Tuan rumah tentu mendapat keuntungan karena bakal didukung oleh suporter sendiri ditambah tak perlu adaptasi berlebih.
Ronde keempat akan dimainkan pada 8-14 Oktober mendatang di mana AFC sudah menentukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumahnya.
Lalu, Timnas Indonesia, Oman, Irak, dan Uni Emirat Arab akan bertindak sebagai tamu, tentu menjadi tantangan bagi mereka.
Di ronde keempat ini hanya juara grup yang dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up akan kembali bertarung di babak kelima.
Bagi tuan rumah kans tersebut tentu menjadi besar karena hanya tinggal mencari dua kemenangan buat memastikan tempat.
Meski agak kecewa karena gagal di ronde ketiga, Herve Renard senang timnya akan tampil di babak keempat sebagai tuan rumah.
"Pada akhirnya, kami tidak bisa lolos langsung (ke Piala Dunia 2026)," ujar Herve Renard dilansir dari Al Arabiya.
"Tetapi kami senang memainkan babak playoff [babak keempat] di kandang kami," lanjutnya.
Meski diuntungkan menjadi tuan rumah, Arab Saudi punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Saat berlaga di ronde ketiga mereka tidak tampil konsisten sehingga gagal lolos langsung.
Arab Saudi harus puas finis di peringkat ketiga Grup C ronde ketiga karena kalah bersaing dengan Jepang dan Australia.
Untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dari ronde ketiga, tim harus finis di posisi dua besar.
"Jika kita amati secara seksama, saya ditunjuk karena hasil buruk tim di awal kualifikasi," jelasnya.
"Kami memainkan enam pertandingan, empat di antaranya laga tandang, di pertandingan terakhir (melawan Australia), kami harus mencetak lima gol."
"Tetapi pertandingan tidak berjalan sesuai yang kami harapkan," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?