Audiensi manajemen PSIM ke Bupati Sleman menjadi langkah konkret bagi Laskar Mataram dalam mempersiapkan diri melakoni kompetisi Liga 1 2025/26.
"Manajemen PSIM berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh arahan Bupati Sleman demi memuluskan rencana berkandang di Stadion Maguwoharjo," terang Yuliana Tasno.
Keuntungan Berkandang di Stadion Maguwoharjo
PSIM Yogyakarta bakal mendapatkan sederet keuntungan jika memutuskan berkandang di Stadion Maguwoharjo.
Pertama, Rendra Teddy dan kawan-kawan akan mendapatkan dukungan maksimal dari suporter, baik Brajamusti maupun The Maident.
Mengingat Kota Yogyakarta dan Sleman hanya berdampingan. Sehingga memudahkan suporter PSIM untuk datang ke stadion.
Kedua adalah kualitas rumput dan stadion yang sudah memenuhi standar FIFA. Maklum Stadion Maguwoharjo baru saja selesai direnovasi melalui PUPUR.
Sedangkan keuntungan ketiga adalah manajemen bisa mengehemat pengeluaran, dibanding harus berkandang di luar wilayah DIY.
Sementara PSIM secara resmi menjadwal ulang agenda latihan perdananya. Sesi latihan yang semula akan digelar pada 23 Juni 2025, kini diundur menjadi tanggal 1 Juli 2025.
Baca Juga: Madura United Tak Ragukan Kesetiaan Lulinha, Sepakat Perpanjang Kontrak?
Keputusan ini diambil untuk memastikan persiapan tim menyongsong Liga 1 musim 2025/2026 berjalan lebih optimal.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini merupakan keputusan kolektif yang mempertimbangkan berbagai faktor teknis dan administratif.
"Setelah melalui pertimbangan manajerial dan administratif, kami memutuskan bahwa latihan perdana akan dilaksanakan pada Selasa, 1 Juli 2025, adalah langkah yang paling masuk akal," ujar Razzi.
Alasan utama di balik penundaan ini adalah untuk menyinkronkan jadwal dengan kedatangan pelatih kepala baru PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel.
Juru taktik asal Belanda yang memiliki rekam jejak mentereng, termasuk membawa NAC Breda promosi ke Eredivisie (liga utama Belanda), dijadwalkan baru akan tiba di Yogyakarta pada 27 Juni 2025.
"Faktor utamanya adalah pelatih kepala baru akan tiba di Jogja pada 27 Juni, salah satunya karena proses visa yang baru saja rampung," ungkap sang manajer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!