Suara.com - Liverpool resmi memensiunkan nomor punggung 20 sebagai bentuk penghormatan abadi untuk Diogo Jota yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis bersama adiknya, Andre Silva di Zamora, Spanyol.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh klub pada Kamis 3 Juli 2025 malam, dan menjadi kali pertama dalam sejarah 133 tahun Liverpool memensiunkan nomor punggung pemain.
Nomor 20 akan dikenang sebagai simbol kontribusi besar Jota, terutama dalam keberhasilan Liverpool meraih gelar Premier League ke-20 musim 2024/2025.
Gol terakhir Jota yang dicetak dalam derby Merseyside melawan Everton di Anfield menjadi momen emosional yang abadi dalam sejarah klub.
Jota bergabung dengan Liverpool pada 2020, tampil dalam 182 pertandingan, mencetak 65 gol, dan memberikan 26 assist.
Selama membela The Reds, ia dikenal sebagai pemain kunci yang selalu hadir di momen-momen penting dan sangat dicintai oleh para pendukung.
Keputusan memensiunkan nomor 20 juga merupakan respons atas seruan luas dari para fans Liverpool yang ingin klub memberikan penghormatan permanen kepada Jota atas dedikasi dan kontribusinya selama di Anfield.
"Nomor 20 akan dikenang selamanya atas kontribusinya sebagai bagian dari tim Liverpool yang meraih gelar juara musim 2024-25 gelar ke-20 bagi klub," tulis pernyataan di laman resmi Liverpool.
"His Name is Diogo, nyanyian para pendukung itu bergema. Dan kami takkan pernah melupakannya. Selamat jalan Diogo Jota, 1996-2025," tutup pernyataan tersebut.
Diogo Jota Kecelakaan
Kecelakaan yang menewaskan Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva terjadi pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025, di kilometer 65 Jalan Raya A-52 Rías Bajas, Zamora, Spanyol.
Mobil Lamborghini yang mereka tumpangi mengalami pecah ban saat hendak menyalip kendaraan lain di jalan lurus menuju Benavente.
Setelah pecah ban, mobil keluar jalur, terbalik, dan terbakar habis. Kondisi kecelakaan sangat mengerikan sehingga kedua korban meninggal di tempat.
Petugas pemadam kebakaran berupaya mendinginkan mobil agar api tidak menyebar ke vegetasi sekitar.
Kecelakaan ini terjadi saat Jota dan André sedang dalam perjalanan darat menuju Inggris dari Portugal.
Jota memilih tidak naik pesawat karena baru menjalani operasi ringan dan dokter menyarankan menghindari penerbangan untuk mencegah komplikasi pascaoperasi.
Identitas korban dikonfirmasi melalui tes sidik jari dan DNA oleh pihak forensik di Zamora.
Dunia sepak bola, terutama Liverpool dan komunitas Portugal, berduka atas kepergian Jota yang berusia 28 tahun dan adiknya yang berusia 25 tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Sopir TransJakarta Diduga Mengantuk hingga Tabrakan Adu Banteng, Polisi Dalami Unsur Kelalaian
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama