Bola / Bola Indonesia
Senin, 07 Juli 2025 | 07:44 WIB
Kekalahan ini membuat Persib belum mengoleksi satu pun poin di klasemen sementara. (IG Piala Presiden)

Suara.com - Persib Bandung menghadapi tantangan berat dalam perjalanannya di ajang Piala Presiden 2025. Pada laga pembuka fase grup, tim berjuluk Maung Bandung itu harus menerima kenyataan pahit usai kalah 0-2 dari Port FC, tim kuat asal Thailand.

Hasil ini menjadi pukulan telak karena membuat peluang mereka untuk melangkah ke babak final kian mengecil.

Dua gol yang bersarang ke gawang Persib dicetak oleh pemain Port FC, yakni Bordin Phala dan Peeradon Chamratsamee.

Persib Bandung yang tampil dengan kostum biru langsung berupaya mendominasi permainan sejak awal laga. (IG Piala Presiden 2025)

Kekalahan ini membuat Persib belum mengoleksi satu pun poin di klasemen sementara.

Dengan format kompetisi yang ketat, yakni hanya juara grup yang berhak melaju ke partai final, Persib kini berada di posisi yang sulit.

Format Piala Presiden 2025 sendiri hanya mempertemukan tiga tim dalam satu grup. Itu artinya, setiap pertandingan memiliki bobot yang sangat menentukan.

Juara grup langsung melangkah ke partai puncak, sementara tim peringkat kedua hanya bertarung memperebutkan posisi ketiga.

Hal ini membuat kekalahan perdana sangat mempersulit langkah Persib, karena mereka tak bisa hanya bergantung pada hasil sendiri.

Laga berikutnya menjadi penentuan bagi Persib Bandung. Mereka dijadwalkan berhadapan dengan Dewa United Banten FC pada Selasa, 8 Juli 2025.

Baca Juga: 1 Detik Jay Idzes Gabung Sassuolo Langsung Bikin Rekor Gila!

Kemenangan menjadi harga mati, bahkan tidak sekadar menang, tetapi juga harus menang dengan skor besar demi mendongkrak selisih gol.

Namun perjuangan Persib tak berhenti di sana. Setelah menang besar atas Dewa United, mereka masih harus berharap pertandingan terakhir antara Dewa United dan Port FC pada Kamis, 10 Juli 2025, berjalan sesuai skenario terbaik bagi Maung Bandung.

Idealnya, Dewa United mampu menaklukkan Port FC, namun tidak dengan skor telak yang membuat selisih gol mereka lebih baik dari Persib.

Skenario rumit ini menggambarkan betapa sempitnya peluang Persib untuk lolos.

Sebagai ilustrasi, andai Persib mampu menang 3-0 atas Dewa United, maka mereka memiliki selisih gol positif 3-2.

Jika Dewa United kemudian mengalahkan Port FC, skor kemenangan Dewa United tak boleh terlalu besar.

Kemenangan dengan margin empat gol atau lebih justru membuat Dewa United yang unggul selisih gol dan keluar sebagai juara grup.

Situasi akan semakin sulit apabila Persib hanya menang tipis melawan Dewa United. Kemenangan dengan selisih satu gol misalnya, hampir bisa dipastikan menutup peluang mereka ke final.

Sebab, dalam hitung-hitungan klasemen akhir, baik Dewa United maupun Port FC masih memiliki kemungkinan lebih unggul secara selisih gol atas Persib.

Turnamen Piala Presiden 2025 ini memang menghadirkan sistem yang cukup sederhana namun menantang. Hanya ada dua grup dalam turnamen ini, dan masing-masing juara grup akan langsung tampil di final.

Sementara itu, tim-tim yang menempati posisi kedua akan bertemu dalam laga perebutan tempat ketiga.

Bagi Persib Bandung, kondisi saat ini memaksa mereka untuk tampil habis-habisan di laga berikutnya. Pelatih, pemain, dan seluruh pendukung Persib tentu berharap keajaiban hadir agar skenario terbaik bisa terwujud.

Di sisi lain, Port FC dan Dewa United kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Dengan kemenangan atas Persib, Port FC tinggal membutuhkan hasil positif di laga terakhir untuk memastikan tiket final.

Sedangkan Dewa United, meskipun kalah nanti dari Persib, masih berpeluang lolos jika mampu menang dengan selisih gol yang tepat saat menghadapi Port FC.

Melihat situasi yang ada, jalannya fase grup Piala Presiden 2025 dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir.

Semua tim masih berpeluang lolos, namun hanya yang mampu menjaga konsistensi performa dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun yang bisa melangkah ke final.

Sebagai catatan tambahan, turnamen Piala Presiden menjadi salah satu ajang pramusim yang penting bagi klub-klub peserta.

Selain memperebutkan trofi, turnamen ini juga menjadi ajang uji coba strategi dan kekuatan tim jelang kompetisi resmi Liga 1 2025/2026.

Oleh sebab itu, Persib Bandung tentu tidak ingin perjalanan mereka di Piala Presiden berakhir prematur.

Harapan kini tertuju pada laga melawan Dewa United. Jika kemenangan besar berhasil diraih, maka asa ke final masih terbuka, meski tetap bergantung pada hasil tim lain.

Babak grup Piala Presiden 2025 menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, kalkulasi poin dan selisih gol bisa menentukan nasib sebuah tim.

Load More