Suara.com - Marselino Ferdinan sempat menjadi sorotan, bukan hanya karena performanya yang menawan bersama Timnas Indonesia, melainkan juga karena komentar pedas dari media Italia yang mempertanyakan kesesuaian antara popularitasnya dan kualitas di lapangan.
Dalam artikel yang dimuat gianlucadimarzio.com, media Italia itu pernah melontarkan sindiran tajam mengenai sepak bola Indonesia dan antusiasme para pendukungnya yang dianggap tidak sebanding dengan pencapaian di level internasional.
"Indonesia dan sepak bola. Pasangan yang tidak membangkitkan emosi besar di kalangan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Namun, di Indonesia, sepak bola adalah hal serius yang harus dibagikan dan dirayakan sebanyak-banyaknya," tulis media tersebut.
Tulisan ini menjadi pembuka dari kritik panjang yang menyasar fenomena tingginya eksistensi para pemain Timnas Indonesia di media sosial, meski prestasi di kancah global masih terbilang minim.
Marselino Ferdinan, pemain muda kelahiran 2004, disebut sebagai contoh utama dari ketimpangan ini.
Popularitasnya yang meledak setelah mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bahan sindiran tersendiri.
"Contoh konkrit diberikan oleh Marselino Ferdinan. Berkat dua golnya ke gawang Arab Saudi dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia pada Selasa 19 November, pesepakbola itu benar-benar meraup untung besar di media sosial dan mengumpulkan jutaan interaksi," tulis Gianluca Di Marzio.
Media Italia itu seakan terkejut melihat bagaimana Marselino bisa mencuri perhatian dunia maya, bahkan meski baru bermain di level Asia Tenggara dan belum memiliki karier di klub-klub besar Eropa.
Mereka menyebut nama Marselino kerap muncul di berbagai konten yang dibumbui humor, bahkan sampai digambarkan sedang mengangkat trofi Ballon d'Or, yang langsung dibanjiri jutaan likes dan komentar.
Baca Juga: Rahmad Darmawan Kritik PSSI Usai Liga Indonesia All Star Dibantai Oxford United
Kritik yang tak kalah pedas juga diarahkan pada tingginya follower para pemain Timnas Indonesia.
“Saat para pemain Timnas sedang tur di Indonesia, mereka selalu diserbu oleh jutaan penggemar dan penggila sepak bola lokal. Kasih sayang juga ditunjukkan di web: semua anggota tim Indonesia memiliki jutaan pengikut di jejaring sosial mereka, meskipun mereka belum terlalu sukses dari sudut pandang profesional,” tulis mereka lagi.
Gianluca Di Marzio juga menyebut bahwa fenomena ini menunjukkan perbedaan kultur sepak bola yang signifikan.
Jika di Eropa popularitas biasanya datang sebagai konsekuensi dari prestasi di lapangan, di Indonesia dukungan fanatik dan interaksi digital justru datang terlebih dahulu—bahkan sebelum ada gelar bergengsi yang dimenangkan.
Dalam artikelnya, Gianluca Di Marzio semakin menajamkan opininya.
Mereka menyebut Indonesia sebagai negara dengan gairah tinggi terhadap sepak bola, namun belum mampu menarik minat publik dunia karena minimnya kontribusi signifikan di ajang internasional.
"Meskipun nama-nama pemain ini tidak termasuk yang paling terkenal, kesuksesan [menghadirkan interaksi besar di media sosial] hampir selalu terjamin. Namun, apa yang ada di balik fenomena ini?" tulis media tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Calon Dirtek Timnas Indonesia: Cristiano Ronaldo Cuma Bawa Masalah
-
Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!