Bola / Bola Indonesia
Senin, 07 Juli 2025 | 13:50 WIB
Isu miring kembali mewarnai perjalanan karier Pratama Arhan di Timnas Indonesia, dengan tuduhan sebagai pemain titipan.

Jebolan PSIS Semarang ini sudah membukukan sekitar 50 penampilan internasional di berbagai kompetisi resmi. Mayoritas caps tersebut diraih saat Shin Tae-yong masih memegang kendali Timnas Indonesia.

Namun situasi berubah setelah Shin Tae-yong resmi diberhentikan.

Di bawah kepemimpinan pelatih baru, Patrick Kluivert, Pratama Arhan belum lagi mendapat panggilan ke skuad Garuda.

Hal ini tercermin dari empat laga internasional Indonesia pada Maret dan Juni 2025, di mana nama Arhan tidak masuk dalam daftar pemain.

Ketidakhadiran Arhan dinilai sebagai hal yang wajar mengingat persaingan di posisi bek kiri saat ini cukup ketat.

Terdapat beberapa pemain diaspora yang tampil impresif dan menjadi pilihan utama Patrick Kluivert.

Tiga nama yang menonjol di posisi tersebut adalah Calvin Verdonk, Dean James, dan Shayne Pattynama, yang tampil solid dalam beberapa laga terakhir Timnas Indonesia.

Polemik mengenai dugaan nepotisme ini memang bukan hal baru dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola.

Tidak jarang keluarga pejabat publik dikaitkan dengan karier atlet tertentu, meskipun tidak ada bukti kuat yang mendukung tudingan tersebut.

Baca Juga: Andre Rosiade Mau Bareskrim Periksa Shin Tae-yong Buntut Tuduhan Pratama Arhan Pemain Titipan

Oleh karena itu, Andre Rosiade merasa perlu untuk membawa kasus ini ke jalur hukum demi menjaga nama baik keluarga dan dunia sepak bola nasional.

Lebih jauh, kasus ini menjadi pengingat bagi publik untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika pemanggilan pemain di Timnas Indonesia.

Seleksi pemain sejatinya adalah wewenang pelatih dan federasi sepak bola, bukan pihak eksternal yang tidak terkait langsung dengan aspek teknis tim.

Load More