Suara.com - Kedatangan bek Timnas Indonesia, Kevin Diks ke Borussia Monchengladbach disambut cukup antusias oleh suporter dan media lokal Jerman.
Kevin Diks bahkan sempat digadang-gadang bisa menjadi sosok kapten di Gladbach. Terbaru, tak hanya diproyeksi jadi kapten, Diks bahkan disebut-sebut bisa jadi algojo penalti bagi Gladbach di musim depan.
Dikutip dari ligainsider.de, Kevin Diks bisa menjadi pemain yang dipilih oleh Gerardo Seoane menjadi eksekutor penalti Gladbach di musim depan.
"Meski belum sepenuhnya pulih, Diks disiapkan menjadi bagian penting dari lini pertahanan Gladbach musim depan," ulas media Jerman tersebut.
Jika merujuk pada statistiknya, Kevin Diks cukup moncer untuk menjadi algojo penalti.
Dari data Transfermarkt, Diks telah mencetak 13 gol dari titik putih di level klub ataupun Timnas Indonesia.
"Ia dikenal sebagai bek serbabisa yang dapat bermain di berbagai posisi di lini belakang, dan pengalamannya di level internasional diharapkan bisa membawa stabilitas pada pertahanan Mönchengladbach yang sempat bermasalah musim lalu," sambung media Jerman itu.
Untuk saat ini, Diks masih menjalani program latihan individu dan akan terus dipantau oleh tim medis klub.
Jika proses pemulihan berjalan lancar, ia diharapkan bisa ikut bergabung penuh dengan skuad dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga: Di Depan Media Jerman, Kevin Diks Puji Suporter Indonesia: Mereka Luar Biasa
Kevin Diks Langsung Betah di Gladbach
Meski belum mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekan barunya, Kevin Diks mengaku langsung merasakan kehangatan begitu gabung dengan skuat Gladbach.
Diks menyampaikan bahwa dirinya langsung merasa nyaman sejak hari pertama.
“Saya memang baru bergabung sepenuhnya karena cedera, tapi suasananya sudah terasa seperti keluarga. Semua orang – pelatih, staf, rekan setim – menyambut saya dengan sangat baik. Saya senang bisa berada di sini,” ujar Diks.
Soal keputusannya meninggalkan FC Kopenhagen dan hijrah ke Bundesliga, Diks menekankan faktor kepercayaan dan ambisi dari Gladbach sebagai alasan utama.
“Sudah sejak tahun lalu kami berkomunikasi. Saya merasakan bahwa Gladbach benar-benar menginginkan saya. Sebagai pemain, Anda ingin merasa dibutuhkan dan dihargai – dan itulah yang saya dapatkan di sini,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Di Depan Media Jerman, Kevin Diks Puji Suporter Indonesia: Mereka Luar Biasa
-
Kevin Diks: Saya Bangga Jadi Pemain Indonesia Pertama di Bundesliga
-
Pelatih Malaysia Mulai Pelajari Strategi Timnas Indonesia U-23
-
Mees Hilgers Dipastikan Hengkang dari FC Twente Bulan Depan
-
Timnas Putri Indonesia Gagal, Media Asing: PSSI Cuma Pakai Strategi Instan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit
-
Vincent Kompany Sebut Wasit Berpihak ke PSG: Seharusnya Ada Penalti dan Kartu Merah
-
Jumpa Arsenal di Final, Luis Enrique Kenang Pernah Satu Tim dengan Mikel Arteta