Molornya rencana ini tak lepas dari pandangan Menteri BUMN itu, di mana ia menyebut tak banyak talenta Indonesia di sepak bola wanita.
Dengan alasan tersebut, Erick enggan memaksakan Liga Putri digelar dalam waktu dekat karena ditakutkan kompetisi akan mati suri akibat kekurangan talenta.
“Saya sudah menjawab, kita bisa lihat temen-temen jumlah talentanya belum cukup, mau dipaksakan tidak mungkin, karena sepak bola perempuan mati suri cukup lama,” katanya, dikutip dari @futboll.indonesiaa di Instagram.
“Mereka perlu waktu lima tahun 2029, tapi kami PSSI coba mendorong percepatan, dengan ada timnas yg berkembang kita punya talenta yang cukup tapi itu pun masih risiko tinggi,” tambahnya.
Karena pernyataan itu, muncul anggapan jika Liga Putri akan digelar berbarengan dengan pesta politik Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.
Tak ayal, muncul dugaan jika digelarnya kompetisi Liga Putri akan dijadikan kendaraan politik bagi penguasa yang menduduki jabatan strategis.
Netizen dalam postingan @futboll.indonesiaa curiga dengan itu.
"2029 pemilihan presiden baru dn wakil presiden dan saat itu pas liga putri mau di resmikan bisa cari muka kan sekalian wahh bgus nih trik nya," tulis @zul***.
"Target awal : 2025, target kedua : 2026, target ketiga :2027, target keempat : 2029. Sekalian aja pak gausah. Disuruh mulai aja dlu, gaada yg mewajibkan club putra harus ada putri juga berkaca negara asean lain jga gitu mana bisa mau maximalin semua bru mulai, sebenarnya mulai aja dlu. Sponsor gaada? Gamungkin wkwk sponsor piala presiden aja bejibun, masa yg bejibun itu gamau sponsori liga putri si pas 2029 beliau ga nyalonin lgi, eh nyalonin ke pemerintahan semoga aja ga bener," tulis @set***.
Baca Juga: Gelandang Oxford United Follow Timnas, Brian De Keersmaecker Pemain Keturunan Indonesia?
"Ko bisa 2024 jd 2026 ,skrng jd 2029 ? Buat modal kah di 2029 @erickthohir ,kalau bukan buat diri sendiri ,atau buat modal istilah presiden 2 periode nanti nya @erickthohir , kalau 2 periode nya jd ketum p$$i mungkin saya bisa aja setuju," tulis @Bal***.
Terlepas dari dugaan tersebut, ketiadaan Liga Putri disebut-sebut menjadi salah satu faktor melempemnya Timnas Putri Indonesia di kancah internasional.
Apalagi jika melihat fakta di skuad Garuda Pertiwi, di mana banyak pemain yang tak bermain di level profesional dan hanya bermain di akademi maupun di bawa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan