Suara.com - Jens Raven jadi bintang saat Timnas Indonesia U-23 menggilas Brunei pada pertandingan pertama grup A Piala AFF U-23 2025.
Striker anyar Bali United itu mencetak 6 gol ke gawang Brunei. Tak hanya memborong 6 gol, Jens Raven pun jadi sorotan pasca ia melakukan selebrasi pacu jalur.
Raven melakukan selebrasi pacu jalur, sebuah tarian viral yang tengah mendunia, usai mencetak gol kelimanya di menit ke-40.
Menurut Jens Raven, ia punya alasan tersendiri mengapa ia berselebrasi pacu jalur.
“Saya telah membuat janji kepada seseorang sebelum laga untuk melakukan dansa yang viral itu,” ungkap striker berusia 19 tahun tersebut seperti dikutip dari Antara.
Sayangnya selebrasi pacu jalur itu bisa membawa petaka untuk Jens Raven.
Pasalnya pelatih Gerald Vanenburg yang duduk di sampingnya saat konfrensi pers usai pertandingan justru mengancam tidak akan menurunkan Raven jika melakukan selebrasi itu lagi.
“Kamu tidak akan saya mainkan lagi.” kata Vanenburg.
Pernyataan Vanenburg sontak disambut gelak tawa awak media yang hadir. Raven sendiri membalas dengan tawa, “Itu hanya sekali, jadi saya tidak akan mengulanginya.”
Baca Juga: Gerald Vanenburg Ancam Jens Raven: Sekali Lagi, Dia Tidak akan Bermain!
Tak hanya soal selebrasi, Raven juga memastikan dirinya tidak mengalami cedera serius meski sempat terlihat kesakitan di babak kedua.
“Itu hanya kram. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal kaki saya. Kita kehabisan pergantian, jadi saya harus tetap berada di lapangan dan mendengarkan pelatih,” katanya.
Sebelum mencetak gol keenam ke gawang Brunei, Jens Raven mencetak rekor tersendiri.
Mencetak 5 gol ke gawang Brunei, Jens Raven mengikuti jejak legenda Timnas Indonesia, Iswadi Idris.
Dihimpun dari sejumlah sumber, Iswadi Idris mencetak 5 gol dalam satu laga saat Timnas Indonesia menang 9-1 atas Vietnam Selatan.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam Selatan berlangsung pada 2 Mei 1971.
Pertandingan itu berlangsung di Dongdaemun Stadium, Seoul, Korea Selatan di ajang Piala Presiden grup A.
Selain Iswadi Idris yang mencetak 5 gol, empat gol Timnas Indonesia lainnya dicetak Jacob Sihasale (3 gol) dan Abdul Kadir (2 gol).
Piala Presiden 1971 adalah ajang tercepat dalam Korea Cup — menampilkan 8 tim, lapangan utama Dongdaemun Stadium.
Timnas Indonesia finis ketiga setelah di babak gugur mencetak 9 gol sekaligus gol pembuka quintuplenya Iswadi Idris.
Sebelum dipecahkan oleh Jens Raven pada hari ini ke gawang Brunei, dari total 28 pencetak hattrick Timnas Indonesia, hanya Iswadi Idris dan Soetjipto Soentoro yang mencetak 5 gol dalam satu pertandingan.
Sementara itu, Soetjipto “Gareng” Soentoro juga sempat tercatat mencetak double quattrick alias 8 gol ke gawang Singapura di Piala Merdeka 1969.
Berita Terkait
-
Gerald Vanenburg Ancam Jens Raven: Sekali Lagi, Dia Tidak akan Bermain!
-
Cetak 6 Gol, Jens Raven Bungkam Keraguan Publik atas Performanya di Timnas Indonesia!
-
Fakta Gila! Operan Sukses Robi Darwis Lebih Banyak dari Seluruh Pemain Brunei U-23
-
Menang Telak, Gerald Vanenburg Wanti-Wanti Pemain Timnas Indonesia U-23
-
Timnas Indonesia U-23 Gilas Brunei, Erick Thohir: Gak Usah Besar Kepala
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen