Suara.com - Timnas Vietnam U-23 berhasil memastikan tempat di partai puncak Piala AFF U-23 2025 setelah menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 2-1.
Namun, media Vietnam, yakni Soha.vn, justru menyoroti sejumlah kekhawatiran yang masih menghantui tim asuhan Kim Sang-sik menjelang duel panas kontra Timnas Indonesia U-23 di final yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Berikut tiga kelemahan utama Timnas Vietnam U-23 menurut pemberitaan media Vietnam:
1. Penyelesaian Akhir yang Buruk
Meski tampil dominan dalam laga semifinal, efektivitas serangan Vietnam kembali jadi sorotan. Dalam 15 menit awal laga melawan Filipina, para pemain Vietnam beberapa kali membuang peluang emas.
Dinh Bac, yang dikenal sebagai motor serangan Vietnam, kerap menunjukkan teknik individu yang unggul, tetapi gagal menyelesaikan peluang dengan baik.
Kegagalan serupa juga terjadi pada Le Van Thuan yang gagal memaksimalkan peluang dari jarak hanya tujuh meter di babak kedua.
Ketidaktajaman ini dianggap sebagai ancaman besar apabila kembali terjadi saat menghadapi Timnas Indonesia U-23, yang dikenal sangat efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan.
2. Lini Belakang yang Kurang Stabil
Baca Juga: Meski Kalahkan Thailand, Catatan Gerald Vanenburg Ternyata Masih Kalah dari 2 Pendahulunya
Meski pertahanan Vietnam diperkuat nama-nama seperti Vo Anh Quan dan Nguyen Phi Hoang yang tampil konsisten, media Vietnam tetap menyoroti penampilan inkonsisten dari Nguyen Hieu Minh.
Pemain muda dari PVF-CAND itu kerap melakukan kesalahan elementer dalam dua laga terakhir. Minimnya pengalaman dan kurangnya konsentrasi disebut sebagai penyebab utamanya.
Jika Hieu Minh kembali tampil tidak fokus saat melawan Indonesia yang memiliki serangan cepat dan agresif, risiko kebobolan akan semakin besar bagi Vietnam.
3. Tekanan Mental Bermain di Hadapan Publik Lawan
Vietnam melenggang ke final dengan relatif mulus. Mereka hanya menghadapi tim-tim seperti Laos, Kamboja, dan Filipina yang tidak memberi tekanan berarti, baik di dalam maupun luar lapangan. Selain itu, mereka kerap bermain di stadion yang minim penonton.
Namun, situasi akan berubah total saat mereka tampil di kandang Timnas Indonesia U-23. Dukungan penuh puluhan ribu suporter Garuda Muda di Gelora Bung Karno akan menjadi ujian besar bagi mental para pemain muda Vietnam.
Sementara itu, Indonesia datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan dramatis atas Thailand melalui adu penalti. Semangat tim tuan rumah sedang berada di puncak, ditambah atmosfer stadion yang bakal bergemuruh.
Final Piala AFF U-23 2025 bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga mental dan kesiapan menghadapi tekanan.
Pelatih Kim Sang-sik dihadapkan pada tantangan besar untuk bisa mengatasi kelemahan-kelemahan ini sebelum melawan Timnas Indonesia U-23 yang tampil solid dan berani di kandang sendiri.
Berita Terkait
-
Meski Kalahkan Thailand, Catatan Gerald Vanenburg Ternyata Masih Kalah dari 2 Pendahulunya
-
3 Kekurangan Timnas Indonesia U-23 Jelang Hadapi Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025
-
Berhasil saat Lawan Thailand, Gerald Vanenburg Kembali Gunakan Taktik STY untuk Lawan Vietnam?
-
Mau Berdiri vs Doyan Duduk, Ini Perbedaan Gaya Melatih Gerald Vanenburg dengan Patrick Kluivert
-
Jangan Kaget! Perbandingan Harga Pasar Pemain Timnas Indonesia U-23 vs vietnam
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian