Suara.com - Ragnar Oratmangoen, yang lahir di Oss, Belanda, memiliki akar Maluku dari kakek dan neneknya yang pindah ke Nistelrode pada 1950-an.
Bermain sepak bola di dekat stadion TOP Oss, Ragnar kecil bermimpi menjadi pemain internasional.
Menariknya, impian masa kecil Ragnar ialah bisa berseragam Orange alias tim nasional Belanda.
“Dulu saya memimpikan seragam Oranje, karena saya tidak tahu bisa bermain untuk Indonesia,” ungkapnya pada 2024 seperti dikutip dari Omroepbrabant
Pada 2023, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) menghubunginya, dan ia resmi mendapatkan paspor Indonesia dan membela tim Merah Putih.
Debutnya untuk Timnas Indonesia menjadi momen tak terlupakan. Saat melawan Vietnam, Ragnar langsung mencetak gol, menandai langkah pertamanya di tanah leluhur.
“Itu pertama kalinya saya ke Indonesia. Rasanya luar biasa. Saya ingin memberikan segalanya untuk negara ini setiap kali memakai seragam Timnas,” tegasnya.
Bermain untuk Timnas Indonesia, menurut Ragnar, adalah pengalaman yang tak bisa dibandingkan.
Stadion-stadion di Jakarta dipenuhi lebih dari 70.000 suporter yang tak henti-hentinya bernyanyi dan meneriakkan dukungan.
Baca Juga: 1 Detik Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard Langsung Bikin Klub Untung Besar
“Saya belum pernah merasakan atmosfer seperti ini. Fans di Indonesia begitu fanatik, mereka rela mati untuk tim ini,” tutur Ragnar dengan kagum.
“Di Indonesia, saya dielu-elukan. Tapi di Belgia atau Belanda, saya bisa menjalani hidup normal. Itu keseimbangan yang saya suka,” katanya.
Mimpi terbesar Ragnar adalah membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026. Ditegaskan Ragnar, hal itu cukup realistis untuk dijalani.
“Mimpinya realistis. Kami berada di grup yang kuat, tapi ada alur positif. Semakin banyak pemain keturunan dari Eropa yang bergabung, dan itu membuat kami lebih kuat,” kata Ragnar Oratmangoen.
“Bagi mereka, melihat nama Oratmangoen di Timnas adalah sesuatu yang luar biasa. Mereka sering mengirimi saya pesan, dan itu sangat berarti,” ungkapnya.
Kakek dan neneknya yang berasal dari Maluku pasti tersenyum bangga melihat cucu mereka mengenakan seragam Garuda bukan seragam Orange.
Berita Terkait
-
1 Detik Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard Langsung Bikin Klub Untung Besar
-
Venezia Pasang Tembok di Bursa Transfer 2025: Matikan Karier Jay Idzes?
-
Abaikan Cibiran Orang Jelang Final, Gerald Vanenburg: Saya Tidak Peduli!
-
Erick Thohir Ingatkan Timnas Indonesia U-23 Jaga Emosi untuk Antisipasi Hal Ini
-
Lini Depan Bapuk, Gerald Vanenburg Bakal Cari Striker dari Belanda
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular