Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia U-23 menjuarai Piala AFF U-23 2025 kembali menguak pertanyaan besar yang terus menghantui sepak bola nasional. Kapan terakhir kali Garuda berpesta juara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK)?
Kekalahan tipis 0-1 dari Vietnam di partai final, akibat gol semata wayang Nguyen Cong Phuong pada menit ke-34, menjadi babak kelam terbaru dalam sejarah Timnas di stadion kebanggaan bangsa tersebut.
Ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun dari Vietnam di final Piala AFF U-23, setelah sebelumnya kalah lewat adu penalti pada edisi 2023.
Deretan hasil buruk ini menambah panjang mitos yang sering disebut sebagai “kutukan GBK” ini.
Dalam 38 tahun terakhir, Timnas Indonesia selalu gagal juara di stadion yang menjadi jantung sepak bola nasional tersebut, terutama dalam laga-laga penentuan.
Fakta berbicara, terakhir kali Timnas Indonesia juara di GBK terjadi pada SEA Games 1987.
Kala itu, Garuda meraih medali emas usai mengalahkan Malaysia 1-0 di final, dalam laga yang hingga kini masih dikenang sebagai puncak kejayaan di kandang sendiri.
Namun, setelah momen emas itu, prestasi di partai final yang digelar di GBK selalu tak berujung manis.
Berikut beberapa momen kegagalan Timnas Indonesia di GBK:
Baca Juga: Erick Thohir Beri Pesan Menyentuh Usai Timnas U-23 Gagal Juara AFF
- SEA Games 1997: Indonesia tumbang dari Thailand lewat adu penalti 2-4, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
- Final Piala AFF 2002: Skuad Garuda lagi-lagi kalah dari Thailand, kali ini lewat adu penalti 2-4 setelah laga berakhir 2-2.
- Final leg kedua Piala AFF 2010: Meski menang 2-1 atas Malaysia, Indonesia gagal juara karena kalah agregat 2-4.
- SEA Games 2011: Duka kembali hadir di GBK setelah Indonesia kalah adu penalti 3-4 dari Malaysia, usai bermain 1-1 di waktu normal.
Rentetan kegagalan ini menunjukkan bahwa GBK belum mampu menjadi kandang angker bagi lawan-lawan Timnas Indonesia, meski stadion tersebut memiliki fasilitas berstandar internasional dan kapasitas puluhan ribu penonton.
Alih-alih jadi tempat berpesta, GBK justru menjadi saksi bisu dari trauma kolektif, baik bagi para pemain maupun suporter Merah Putih.
Harapan besar yang dibawa ke stadion megah ini sering kali justru berubah menjadi tekanan berat yang menggoyahkan mental tim saat tampil di laga puncak.
Kini, 38 tahun telah berlalu tanpa trofi di GBK, dan kutukan itu semakin terasa nyata.
Kekalahan dari Vietnam di final 2025 semakin menegaskan bahwa masalah Timnas Indonesia bukan hanya teknis, tapi juga soal psikologis saat bermain di kandang sendiri, di hadapan ekspektasi yang begitu tinggi.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia