Suara.com - Dele Alli, mantan bintang Tottenham Hotspur dan Timnas Inggris, dilaporkan mempertimbangkan pensiun di usia 29 tahun setelah tersingkir dari rencana pelatih Cesc Fabregas di Como 1907.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport (2/8/2025), gelandang asal Inggris ini kini berlatih terpisah dengan pemain-pemain yang tidak masuk skuad utama, memicu spekulasi tentang akhir kariernya.
Dele Alli bergabung dengan Como pada Januari 2025 dengan kontrak 18 bulan, diharapkan menjadi titik balik setelah masa sulit di Everton dan masa pinjaman yang gagal di Besiktas.
Di bawah asuhan Fabregas, legenda Chelsea dan Arsenal, Alli diharapkan bisa mengembalikan performa gemilangnya.
Namun, debutnya di Serie A melawan AC Milan pada Maret 2025 berakhir tragis.
Hanya sembilan menit setelah masuk sebagai pengganti di San Siro, Alli diusir keluar lapangan karena tekel ceroboh terhadap Ruben Loftus-Cheek, yang memicu kemarahan Fabregas.
Insiden ini menjadi titik balik buruk bagi petualangan Alli di Italia.
Sejak kartu merah tersebut, Alli tak lagi mendapat kesempatan bermain meski telah pulih dari cedera.
Como, yang baru promosi ke Serie A, menggelontorkan dana £28,7 juta untuk mendatangkan gelandang baru seperti Martin Baturina, Maximo Perrone, dan Luca Mazzitelli, membuat Alli kehilangan tempat di skuad utama.
Baca Juga: Resmi! Son Heung-min Pamit dari Tottenham: Ini Waktu yang Tepat
Kini, ia tidak dibawa ke kamp pramusim di Marbella dan berlatih terpisah, tanda bahwa Fabregas tak lagi memasukkannya dalam rencana untuk musim 2025/2026.
Dulu, Alli adalah salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa.
Bersama Tottenham, ia mencetak 67 gol dalam 269 penampilan dan meraih 37 caps bersama Inggris, termasuk bermain di Piala Dunia 2018.
Musim 2016/2017 menjadi puncaknya dengan 22 gol di semua kompetisi.
Namun, cedera berulang dan masalah di luar lapangan, termasuk pengakuannya tentang kecanduan dan trauma masa kecil, menghambat kariernya.
Setelah meninggalkan Spurs pada 2022, ia hanya tampil dalam 18 pertandingan profesional selama tiga musim terakhir.
Berita Terkait
-
Resmi! Son Heung-min Pamit dari Tottenham: Ini Waktu yang Tepat
-
Akhir Cerita Son Heung-min di Premier League: Pilih Duit Arab atau Gelamor MLS?
-
Intip Jersey Como 1907, Hasil Karya Tangan Lentik Anak Presiden Prabowo
-
Andil Anak Prabowo Subianto bagi Klub Serie A Italia
-
Legenda Inggris Paul Gascoigne Masuk ICU, Begini Kondisinya Sekarang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir