Dembele berhasil menemukan konsistensi permainan terbaiknya sejak pergantian tahun. Ia menjadi figur sentral dalam kesuksesan PSG, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Statistiknya pun sangat mengesankan, dengan catatan 37 gol dan 16 assist sepanjang musim.
Kontribusi signifikannya, termasuk gol-gol penting di fase gugur Liga Champions, membuatnya menjadi kandidat terkuat.
Pesaing terdekat Dembele datang dari Spanyol, yaitu bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Di usianya yang baru 18 tahun, Yamal telah menunjukkan bakat luar biasa yang melampaui usianya.
Meskipun belum ada pemain yang memenangkan Ballon d'Or sebelum usia 21 tahun, performa Yamal membuatnya menjadi pengecualian yang potensial.
Ia adalah talenta terbesar dalam permainan sepak bola saat ini.
Yamal menjadi motor serangan Barcelona, membawa klub meraih tiga gelar domestik: La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana. Dengan 21 gol dan 26 assist, kontribusinya bagi tim tidak terbantahkan.
Kembali ke skuad PSG, Vitinha menjadi nama lain yang diperhitungkan secara serius. Gelandang asal Portugal ini adalah jantung dari permainan tim asuhan Luis Enrique.
Setelah hanya menjadi pelengkap di daftar nominasi tahun lalu, kini Vitinha berpeluang besar finis di lima besar.
Baca Juga: Nominasi Ballon d'Or 2025: PSG Kirim Wakil Terbanyak
Ia bahkan dibanding-bandingkan dengan legenda Barcelona, Xavi, berkat visi bermainnya.
Kesuksesannya berlanjut di level internasional dengan membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League.
Peran vitalnya di klub dan negara menempatkannya di podium teratas para kandidat.
Rekan setim Yamal di Barcelona, Raphinha, juga menunjukkan performa gemilang. Mantan pemain Leeds United ini berhasil membungkam para kritikus dengan penampilan eksplosifnya.
Pemain sayap asal Brasil ini menjadi pemain paling menentukan di lini depan Barcelona. Catatan 39 gol dan 25 assist dalam satu musim adalah bukti nyata ketajamannya.
Meskipun kegagalan Barcelona di Liga Champions mungkin sedikit menghambat peluangnya, performa domestiknya tetap luar biasa. Raphinha telah membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Nominasi Ballon d'Or 2025: PSG Kirim Wakil Terbanyak
-
Krisis Internal Barcelona: Ban Kapten Ter Stegen Dicabut karena Indisipliner
-
Tanpa Messi dan Cristiano Ronaldo, Ini Daftar 30 Pemain Menuju Ballon d'Or 2025
-
Sisi Gelap Sponsor Barcelona: Negara Sponsor Dituding Langgar HAM dan Korup
-
Barcelona Bantai Daegu FC 5-0 di Tur Asia, Rashford Cetak Gol Perdana dan Gavi Bersinar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Eduardo Camavinga Terancam Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026 Akibat Performa Buruk di Madrid
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia
-
Blak-blakan Casemiro soal Nasib Neymar di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun
-
Lamine Yamal Mulai Latihan Pemulihan Cedera Demi Membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026