Suara.com - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel kecewa dengan hasil yang didapatkan timnya dalam matchday kedua BRI Super League 2025/2026.
Tim Laskar Mataram harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025).
PSIM bahkan harus tertinggal lebih dulu di babak pertama setelah tim Singo Edan unggul lewat sepakan penalti Dalberto.
Tuan rumah baru bisa menyamakan kedudukan menjelang babak kedua usai melalui gol bunuh diri Betinho.
"Ini hasil yang tidak kami harapkan. Seharusnya, kami bisa mendapatkan kemenangan di laga ini,"kata Van Gastel usai pertandingan.
"Tapi, ini hasil akhir yang harus kami terima," tambah dia.
Juru taktik asal Belanda itu menambahkan, para pemain gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain sejak pertengahan laga.
Gelandang Arema FC, Yann Mota Pinto mendapat kartu merah, namun pemain PSIM disebut tak bisa menjalankan instruksi taktik yang sudah diberikan.
"Pemain tidak bermain secara taktikal. Mereka terlalu lama memegang bola dan mengandalkan umpan-umpan lambung yang tidak akurat," paparnya.
Baca Juga: Persebaya Menang, Persita Gagal Akhiri Kutukan: Hokky Caraka Tampar-tampar Pipi
Namun demikian, ia tidak sepenuhnya menyalahkan pemain. Pasalnya, tim masih memerlukan waktu untuk membangun chemistry satu sama lain.
Terlebih, ini adalah era baru bagi PSIM setelah 18 tahun kembali lagi ke kasta tertinggi liga Indonesia.
Dengan hasil ini, PSIM mengantongi empat poin dan untuk sementara waktu berada di posisi kedua klasemen.
Arema FC juga perlu evaluasi karena gagal mempertahankan keunggulan meski sudah di depan setelah unggul lewat penalti Dalberto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia