- Garis Keturunan Miliano Jonathans Berakar di Depok
- Dua Kandidat Buyut Miliano Jonathans yang Masuk Akal
- Miliano Jonathans, Talenta Muda dengan Jejak Spiritual Keluarga
Suara.com - Timnas Indonesia akan kembali diperkuat pemain keturunan. PSSI menyebut proses naturalisasi Miliano Jonathans sudah di tahap finalisasi.
Miliano Jonathans disebut-sebut memiliki garis keturunan Indonesia, tepatnya di wilayah Depok, Jawa Barat.
Menariknya di Depok saat era kolonial, terdapat catatan sejarah yang menyebut adanya 12 marga Belanda Depok, dan salah satunya ialah marga Jonathans.
Marga Jonathans adalah salah satu dari 12 keluarga Kaum Depok/Belanda Depok yang memperoleh kebebasan dan tanah dari Cornelis Chastelein pada 1714.
Fakta sejarah ini terdokumentasi di situs berbahasa Belanda Depok.nl serta basis pengetahuan sastra Belanda (DBNL).
Silsilah Jonathans tercatat luas di media dan arsip Belanda.
National Geographic Nederland memotret figur Depok bernama Willie Jonathans.
Willie lahir 1947, yang masih tinggal di Depok dan dikenal sebagai rujukan sejarah soal marga Jonathans—indikasi kuat luasnya cabang keluarga Jonathans di Depok hingga generasi kakek-buyut Miliano.
Siapa Buyut Miliano Jonathans
Baca Juga: Alexander Zwiers Si Bule Karawaci yang Nikahi Wanita Indonesia Kini Jadi Dirtek Timnas
Literatur akademik Belanda menyebutkan individu Jonathans merupakan generasi awal-abad 20.
Cuplikan buku The Christian Slaves of Depok memuat foto keluarga Victor Maximillian Jonathans dan Elisabeth Jonathans-Tuts sekitar 1920, dengan anak-anak bernama Johannes (1902), Erna (1907), Xaverius (1910), Elsje—nama-nama khas marga Jonathans Depok.
Artikel media Belanda seperti Nederlands Dagblad dan Digibron, menyebut tokoh bermarga Jonathans sebagai penjaga narasi sejarah Depok.
Sementara itu, tesis De Calonne tentang Belanda-Depok yang rilis pada 2024, mengafirmasi 12 marga yang menautkan garis keturunan Miliano ke Depok lewat marga Jonathans.
Dari penelusuran Suara.com tidak ada dokumen Belanda yang secara eksplisit menyebut “buyut Miliano” dengan nama dan hubungan langsung.
Namun, gabungan sumber Belanda memberi dua kandidat paling masuk akal untuk generasi buyut (ayah/ibu dari nenek Miliano) dalam klan Jonathans Depok.
Cornelis Yoseph “Opa Yuti” Jonathans
Opa Yuti dikenal sebagai putra Johannes Matheis Jonathans (presiden terakhir komunitas Depok) menurut sejumlah penulisan sejarah keluarga Depok.
Opa Yuti diduga lahir kisaran tahun 1920. Ia diduga menjadi buyut dari calon pemain Timnas Indonesia, Miliano Jonathans.
Victor Maximillian Jonathans
Ia adalah kepala keluarga Jonathans pada 1920-an. Jika salah satu anaknya, Johannes adalah kakek dari Miliano lewat garis Depok, maka Victor berada tepat pada lapis “buyut/eyang buyut”.
Mengapa kedua nama ini masuk akal?
Lapis generasi: “Buyut” Miliano (generasi ~lahir 1900-an/1920-an) harus berada pada rentang yang sama dengan Victor (hidup kisaran 1920-an) atau Cornelis Yoseph (lahir 1920-an).
Rujukan Belanda menautkan marga Jonathans dengan struktur kepemimpinan lokal (presiden Depok), sehingga garis keluarga itu probable sebagai nenek moyang langsung.
Berdasarkan sumber Belanda, buyut Miliano sangat mungkin berasal dari klan Jonathans Depok, dengan dua nama kandidat utama sesuai rentang generasi: Cornelis Yoseph “Opa Yuti” Jonathans (≈1923-) — putra Johannes Matheis Jonathans (presiden terakhir Depok); atau Victor Maximillian Jonathans.
Situs-situs genealogi Belanda (De Calonne dan sumber-sumber sejarah komunitas Depok) menegaskan bahwa Jonathans adalah salah satu dari 12 marga Depok yang diabadikan sejak warisan Cornelis Chastelein.
Ini memberi konteks kuat bahwa garis keluarga Jonathans memang berakar di Depok sejak lama.
Pencarian di Delpher (arsip koran Belanda) menemukan beberapa rujukan untuk nama Jonathans dalam koran-koran Hindia Belanda.
Misalnya, De Indische terbitan 1936 dan catatan Bataviaasch Nieuwsblad, yang menunjukkan aktivitas nama keluarga ini di media masa pada periode awal abad ke-20.
Sepak Terjang Miliano Jonathans
Miliano Jonathans adalah pemain muda yang penuh potensi. Lulusan Akademi Vitesse ini kini memperkuat Jong Utrecht dan sudah lama menjadi incaran PSSI.
Selain dikenal sebagai penyerang sayap yang tangguh, Miliano juga memiliki kemampuan untuk berperan sebagai gelandang bertahan, menunjukkan fleksibilitas dalam permainan.
Dengan postur tubuh yang ideal—tinggi 178 cm dan berat 70 kg—Miliano tidak kesulitan dalam melakukan berbagai pergerakan di lapangan, baik saat menyerang maupun membantu pertahanan.
Kemampuan visi permainannya pun patut diacungi jempol. Jejak kariernya selama membela Vitesse dari 2022 hingga awal 2025 menjadi buktinya. Dalam 38 pertandingan, ia berhasil mencetak 11 gol, menegaskan kualitas dan potensi besar yang dimilikinya.
Ayah Miliano Jonathans Menjadi Mualaf
Kabar sang ayah, yakni Dennis Jonathans, pindah agama sendiri dilaporkan oleh staf ahli Kemenpora, Hamdan Hamedan, lewat unggahannya di media sosial Instagram.
Dalam unggahannya tersebut, Hamdan Hamedan tampak berfoto dengan Dennis Jonathans yang mengenakan peci di International Mualaf Center di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.
“Alhamdulillah. Di bulan terbaik, bulan Ramadan yang penuh kebaikan, kita menyambut saudara baru dalam Islam: Bapak Dennis Jonathans,” tulis unggahan Hamdan Hamedan beberapa bulan lalu.
“10 hari terakhir Ramadan menjadi saksi bahwa hidayah selalu datang tepat waktu, tak lebih cepat, tak lebih lambat. Ia senantiasa tepat menyapa hati yang tulus, dengan cara-Nya yang paling indah dan misterius.”
“Bapak Jonathans, semoga Allah memuliakan setiap langkah Anda, meneguhkan hati Anda dalam Islam, dan menjadikan pertemuan ini bukan hanya ikatan dunia, tetapi juga tali persaudaraan hingga ke akhirat,” tulis unggahan Hamdan Hamedan.
Berita Terkait
-
Alexander Zwiers Si Bule Karawaci yang Nikahi Wanita Indonesia Kini Jadi Dirtek Timnas
-
BREAKING NEWS! Alexander Zwiers Resmi Jadi Direktur Teknik PSSI
-
Persija Jakarta Legawa Kehilangan 2 Pemain saat Hadapi Dewa United
-
PSSI Tenang Hadapi Situasi Thom Haye dan Mees Hilgers di Klub
-
3 Negara yang Bisa Gantikan Kuwait untuk Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya