- Mees Hilgers masih belum menemukan klub baru
- FC Twente sudah mengantisipasi potensi kepergian Hilgers
- Hilgers menghadapi dua pilihan sulit
Suara.com - Masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, di FC Twente semakin tidak menentu.
Sang pemain sejak lama menyatakan keinginannya untuk hengkang dan melangkah ke level yang lebih tinggi, namun hingga akhir Agustus 2025 ia belum juga menemukan klub baru.
Situasi ini membuat FC Twente mengambil langkah antisipasi.
Klub Eredivisie itu lebih dulu mendatangkan Stav Lemkin sebagai bek tengah baru, setelah sebelumnya juga memastikan kedatangan Robin Propper.
Hilgers pun kini tetap berlatih bersama tim utama, tetapi sudah dicoret dari daftar pemain dalam beberapa laga resmi Twente musim ini.
Ambisi Hilgers dan Sikap Klub
Menurut Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, ambisi Hilgers untuk mencari tantangan baru bukanlah hal aneh.
“Hilgers sudah sering menyampaikan keinginannya untuk melangkah ke level berikutnya. Itu wajar, karena dia sudah lama di Twente,” ujar Streuer kepada VoetbalTijd.
Namun, Streuer menegaskan bahwa klub tidak bisa hanya menunggu kejelasan masa depan Hilgers.
Baca Juga: Perempuan Ini Japri Pratama Arhan: Assalamualaikum Calon Imam
“Kalau kami hanya menunggu dia, maka kami tidak punya bek baru sampai sekarang. Karena itu, kami memilih mendatangkan Propper dan Lemkin lebih dulu. Sekarang, jika Hilgers menemukan klub lain dengan tawaran yang tepat, maka kami bisa melepasnya.”
Belajar dari Pengalaman Musim Lalu
Langkah cepat Twente kali ini tak lepas dari pengalaman pahit musim panas 2024.
Saat itu, klub terlambat mencari pengganti Robin Propper yang hengkang, dan hanya bisa mendatangkan Gustaf Lagerbielke yang tampil di bawah ekspektasi.
“Kami belajar dari kesalahan itu. Kalau pemain masih punya kontrak, klub punya kendali. Tapi pada akhirnya, semuanya tergantung situasi, harga, dan kepentingan klub. Twente bukan klub yang bisa menolak tawaran besar, sama seperti Ajax atau PSV ketika ada klub besar datang,” kata Streuer.
Dua Jalan untuk Hilgers
Berita Terkait
-
Perempuan Ini Japri Pratama Arhan: Assalamualaikum Calon Imam
-
Gelandang Kreatif Jadi Andalan Timnas Indonesia di FIFA Matchday September 2025
-
Dampak Transfer Calvin Verdonk ke Ligue 1 Bagi Timnas Indonesia
-
Deretan Gelandang Kreatif Timnas Indonesia Siap Unjuk Gigi Lawan Lebanon
-
Misteri Hilangnya Eliano Reijnders dari Skuad PEC Zwolle, Jadi Sorotan Media Belanda
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions