- Timnas U-23 belum punya pelatih untuk SEA Games 2025 meski berstatus juara bertahan.
- Indra Sjafri, Rahmad Darmawan, dan Jacksen F. Tiago jadi kandidat kuat dari jalur lokal.
- PSSI perlu segera menentukan nakhoda agar persiapan Garuda Muda tak tertinggal.
Suara.com - Timnas Indonesia U-23 dipastikan tampil di SEA Games 2025 yang akan berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember mendatang.
Namun, hingga kini persiapan Garuda Muda masih serba abu-abu. Kursi pelatih kepala pun belum memiliki kepastian.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat Indonesia berstatus juara bertahan.
Dua tahun lalu, tim asuhan Indra Sjafri sukses menyabet medali emas di Kamboja setelah menaklukkan Thailand 5-2 pada partai final.
Sempat muncul nama Gerald Vanenburg untuk menangani skuad, tetapi negosiasi dengan pelatih asal Belanda tersebut tak kunjung menemukan jalan keluar.
Alhasil, kini sorotan publik beralih ke kandidat pelatih lokal yang dianggap lebih realistis.
Indra Sjafri: Kandidat Paling Logis
Indra Sjafri jelas menjadi sosok terdepan. Selain menghadirkan emas di SEA Games 2023, rekam jejaknya di level usia muda tak terbantahkan.
Ia membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 serta AFF U-22 2019. Konsistensinya dalam membina talenta muda membuat nama Indra kembali jadi pilihan utama.
Rahmad Darmawan: Berpengalaman di Level Timnas
Nama lain yang tak kalah kuat adalah Rahmad Darmawan. Coach RD punya pengalaman panjang bersama Timnas, termasuk menangani U-23 di SEA Games 2011 dan 2013, di mana Indonesia meraih medali perak.
Baca Juga: Pemain Keturunan Palembang Kirim Pesan Setelah Timnas Indonesia U-23 Gagal Total!
Saat ini ia memang tidak sedang melatih klub, tetapi kerap tampil sebagai analis sepak bola nasional.
Dengan rekam jejak di berbagai klub besar Tanah Air, RD dinilai punya kharisma untuk memimpin Garuda Muda.
Jacksen F. Tiago: Sentuhan Asing Rasa Lokal
Satu lagi nama yang masuk dalam radar adalah Jacksen F. Tiago. Meski bukan putra asli Indonesia, kiprahnya sudah sangat melekat di sepak bola nasional.
Jacksen dikenal sukses bersama Persipura, Persebaya, dan Persis. Kini ia fokus membina akademi Borneo FC, yang membuatnya akrab dengan pembinaan pemain muda.
Pengalaman panjangnya diyakini bisa memberi warna baru bagi Timnas U-23.
Menunggu Langkah PSSI
Jika PSSI ingin mempertahankan prestasi emas di SEA Games 2025, keputusan soal pelatih harus segera dipastikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati