TMJ juga mengikuti kursus Pasukan Khusus dan dianugerahi Beret Hijau Kehormat Grup Gerak Khas (GGK) pada 2010.
Selain dikenal sebagai pewaris takhta, TMJ memiliki rekam jejak yang fenomenal di dunia olahraga:
- Johor Darul Ta'zim (JDT): TMJ adalah pemilik dan arsitek utama di balik kebangkitan klub JDT, menjadikannya kekuatan dominan di sepak bola Malaysia. Di bawah kepemimpinannya, JDT mencatatkan sejarah dengan meraih gelar bergengsi AFC Cup 2015, pencapaian pertama bagi klub dari Asia Tenggara. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Johor sejak 2012.
- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM): Ia pernah menjabat sebagai Presiden FAM pada periode 2017–2018. Pengaruhnya sangat signifikan dalam menentukan arah kebijakan sepak bola Malaysia.
TMJ juga aktif di dunia pendidikan. Ia dilantik sebagai Kanselir Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada 2022 dan Pro Kanselir Kolej Universiti Islam Johor (KUIJSI) pada 2023.
Klarifikasi dan Pembelaan Tunku Ismail
TMJ menanggapi hukuman FIFA tersebut dengan nada protes. Ia mempertanyakan keputusan FIFA yang dinilainya janggal karena dijatuhkan tanpa alasan yang jelas dan terburu-buru diumumkan ke publik sebelum proses banding selesai.
Tunku Ismail menilai ada campur tangan pihak luar yang menekan FIFA. Padahal, ia menunjukkan bukti dari Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) bahwa ketujuh pemain naturalisasi tersebut sudah mengikuti prosedur resmi untuk menjadi warga negara Malaysia.
Ia juga menegaskan bahwa FAM telah mengikuti prosedur dan bekerja sama dengan FIFA sebelumnya.
"Satu hal yang saya pertanyakan, hukuman sudah dijatuhkan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, FIFA juga terburu-buru mengumumkan keputusan ini ke publik meski proses banding belum selesai," tegas TMJ.
Ia lantas menyerukan agar Malaysia tidak perlu takut dan tunduk pada pihak-pihak yang khawatir dengan kebangkitan sepak bola Harimau Malaya.
Baca Juga: Blak-blakan! Presiden FIFA Puji Prestasi Timnas Indonesia di Depan Prabowo
Awal Mula Skandal Naturalisasi
Skandal ini bermula pada Januari 2025, ketika TMJ mendorong FAM untuk mempercepat naturalisasi pemain-pemain yang diklaim memiliki darah Malaysia agar bisa memperkuat timnas.
Walaupun parlemen Malaysia sempat menentang langkah ini karena menyalahi aturan FIFA (pemain naturalisasi harus bermain minimal lima tahun di liga domestik sejak usia 18 tahun dan tidak pernah memperkuat timnas lain), proyek tersebut tetap berjalan.
Pada Maret 2025, Hector Hevel dan Gabriel Palmero resmi mendapat paspor Malaysia. Keputusan ini menjadi titik awal masalah yang berujung pada sanksi berat dari FIFA yang kini memicu ketegangan di antara dua negara serumpun.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang
-
Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Tekuk Yogyakarta, Surabaya Rebut Tempat Ketiga
-
Tampang Kapten Tanjung Verde yang Dituduh Pemerkosa Begini Kata FIFA
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Arab Saudi Inginkan Jesus sebagai Juru Selamat
-
Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, Zico: Kalau Vinicius Cs Kalah Saya Tidak Sedih
-
Lakon Aneh Piala Dunia 2026: Aljazair dan Austria Main Mata untuk Singkirkan Iran?
-
Skenario Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026: Final atau Perebutan Juara 3
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Viralkan Nyanyian 1 Persen
-
Steve Clarke Resmi Mundur usai Skotlandia Tersingkir dari Piala Dunia 2026