- Alaves kalah 0-1 dari Mallorca lewat gol Takuma Asano, hanya beberapa jam setelah FIFA menjatuhkan sanksi 12 bulan kepada Facundo Garces terkait dugaan manipulasi dokumen untuk bermain bersama Malaysia.
Suara.com - Alaves harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari Mallorca pada lanjutan Liga Spanyol, Sabtu (27/9/2025) dini hari WIB. Gol tunggal Takuma Asano menjadi pembeda dalam laga yang digelar di Stadion Son Moix.
Pertandingan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah kabar mengejutkan datang dari FIFA.
Badan sepak bola dunia tersebut menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada Facundo Garces karena diduga melakukan manipulasi dokumen untuk bisa membela Timnas Malaysia.
Dalam keputusan resminya, FIFA menegaskan bahwa hukuman berlaku mulai Jumat (27/9/2025). Selama masa sanksi, Garces dilarang menjalani 'segala aktivitas yang berhubungan dengan sepak bola', termasuk tampil bersama Alaves maupun Malaysia.
Absennya Garces jelas menjadi kerugian besar bagi Alaves, terutama karena ia salah satu pilar penting di lini belakang. Bahkan, Garces sempat ikut dalam rombongan ke Mallorca, namun batal dimainkan usai kabar sanksi muncul.
Klub juga mengaku baru mengetahui hukuman itu lewat pemberitaan media, karena belum menerima notifikasi resmi dari FIFA.
Selain Garces, enam pemain Malaysia lain juga dijatuhi sanksi serupa, yakni Jon Irazabal, Héctor Hevel, Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Gabriel Palmero. Kasus ini bermula dari laporan yang diterima FIFA setelah Malaysia mengalahkan Vietnam pada 10 Juni lalu.
Setelah melakukan investigasi, FIFA menyimpulkan terdapat manipulasi dalam sejumlah dokumen naturalisasi pemain.
Pelatih Alaves, Eduardo Coudet, mengakui bahwa absennya Garces berdampak pada skema tim, khususnya dalam duel udara melawan Mallorca. Namun, ia menekankan bahwa masalah ini tidak boleh dijadikan alasan kekalahan.
Baca Juga: Dear FAM, Begini Lho Cara PSSI Naturalisasi Pemain: Gak Instan, Bukan Asal Klaim
“Saya juga tidak akan mengatakan bahwa kasus Garces menjadi penentu dalam pertandingan. Masalah Facu muncul secara tiba-tiba, semoga bisa diselesaikan dengan cara terbaik," kata Coudet, dikutip dari Marca.
"Saya sudah berbicara dengannya dan ketenangannya dalam menghadapi masalah ini membuat saya merasa tenang. Hari ini kami kehilangannya dan dia bagian penting dari rencana terutama untuk menghadapi permainan udara Mallorca," lanjutnya.
"Dia akan sangat penting, tapi yang paling penting adalah masalah ini bisa diselesaikan. Saya melihat dia sangat tenang,” tuturnya menambahkan.
Kekalahan ini membuat Alaves harus segera mencari solusi, baik di lini pertahanan maupun dalam mengelola dampak psikologis dari kasus Garces, agar tidak berlarut-larut memengaruhi performa tim di kompetisi.
Berita Terkait
-
Dear FAM, Begini Lho Cara PSSI Naturalisasi Pemain: Gak Instan, Bukan Asal Klaim
-
Sadar dan Akui Salah, FAM Keras Hati 7 Pemain Ilegal Sah sebagai Warga Malaysia
-
Akal Bulus FAM! 7 Pemain Ilegal Malaysia Hilang Bak Ditelan Bumi
-
FAM Kena Batunya Gegara 7 Pemain Ilegal, Pemain Jerman: Terbongkar!
-
Skandal Naturalisasi Malaysia, Orang Dekat Erick Thohir Kasih Sindiran Menohok
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil