-
Laga uji coba melawan Lebanon diwarnai ketegangan, jadi simulasi atmosfer panas Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Joey Pelupessy memuji semangat juang tim, tapi mengingatkan risiko kartu dari pelanggaran kecil
-
Ia menekankan pentingnya menjaga emosi, fokus, dan bermain cerdas agar Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan
Suara.com - Momen panas saat laga uji coba melawan Lebanon menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia.
Joey Pelupessy, secara blak-blakan memberikan wejangan keras kepada rekan-rekannya di ruang ganti, menuntut kepala yang lebih dingin jelang laga 'neraka' di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menatap laga panas itu, skuad Garuda menggelar laga uji coba melawan Lebanon yang diwarnai cekcok dan aksi saling dorong antar pemain, menjadi simulasi sempurna untuk atmosfer pertandingan yang akan jauh lebih panas dan penuh tekanan.
Melihat insiden tersebut, Joey Pelupessy mengambil peran sebagai seorang pemimpin di ruang ganti. Ia memulai evaluasinya dengan memuji semangat juang tim yang tak kenal lelah.
“Saya sangat menyukai semangat bertarung kita. Permainan begitu agresif, kita ingin menang, dan semua pemain siap berjuang bahkan dari bangku cadangan,” ujar Joey Pelupessy dikutip dari YouTube resmi Timnas Indonesia.
“Kalian bisa merasakan keyakinan bahwa itu adalah hal positif. Saya pikir semangat itu menjadi bagian penting dari pertandingan dalam 10–15 menit terakhir,” imbuhnya.
Namun, setelah memberikan pujian pemain Lommel SK ini langsung memberikan peringatan tegas. Ia mengingatkan bahwa di laga penentuan nanti, wasit tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran yang tidak perlu.
“Pelatih juga mengatakan bahwa bulan depan pertandingan akan lebih ketat. Ketahuilah, jika kalian menyentuh seseorang bisa langsung mendapat kartu kuning. Jika melakukan tekel, bisa saja berujung kartu merah,” katanya.
Pemain keturunan Indonesia-Belanda ini menekankan bahwa untuk bisa meraih kemenangan, Skuad Garuda harus tampil lebih cerdas dan tidak mudah terpancing emosi, terutama karena lawan diprediksi akan melakukan segala cara untuk menang.
Baca Juga: Kiper Keturunan Karawang Rp 2,61 Miliar Calon Pengganti Emil Audero Lawan Arab Saudi
“Itulah cara untuk berhasil. Kita harus bisa bersikap lebih dingin dibanding sekarang,” kata Joey Pelupessy.
“Mereka dapat mengatur segalanya, apa yang mereka inginkan bulan depan. Menghentikan liga dan semua omong kosong semacam ini, kita seharusnya sudah menyiapkan hal itu di kepala kita,” jelas lagi.
Ia menutup wejangannya dengan kembali menyoroti pentingnya fokus pada permainan dan menghindari aksi-aksi kontraproduktif yang bisa merugikan tim, seperti yang sempat terjadi di laga melawan Lebanon.
“Kalian tahu, itulah hal yang paling penting dan di situlah kita bisa memenangkan pertandingan,” ucap Pelupessy.
“Namun, tidak akan berhasil jika kita melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti tadi. Meski begitu, saya mengerti hal itu bisa saja terjadi karena kita semua ingin menang.”
“Menurut saya, itulah masukan kecil dari saya. Saya sangat menyukai semangat juang tim, juga di dua pertandingan terakhir,” tutur Joey Pelupessy.
“Tapi bulan depan kita harus lebih tenang, karena kita membutuhkan semua pemain tetap fokus dan dingin. Kita harus melangkah lebih jauh, dan kalian harus menanamkan itu dalam pikiran masing-masing,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Gerak Cepat Indra Sjafri Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas U-23: Daftarkan 50 Pemain
-
Pernah Dipecat PSSI, Kenapa Indra Sjafri Mau Jadi Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2025?
-
Indra Sjafri Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games, Bagaimana Nasib Gerald Vanenburg?
-
Mees Hilgers Ketahuan Latihan Pakai Jersey Tim Malaysia, Kok Bisa?
-
Alex Pastoor Banggakan Hasil Kerja Keras STY Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Kenapa?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali