- Media Korea Selatan menyoroti skandal naturalisasi Malaysia yang membuat tujuh pemain asing terancam kehilangan karier akibat sanksi FIFA.
- FIFA menjatuhkan denda besar kepada FAM serta skorsing 12 bulan bagi para pemain, sementara Malaysia bersikeras bahwa yang terjadi hanyalah kesalahan teknis administratif.
Suara.com - Media Korea Selatan, Coshun, turut menyoroti skandal naturalisasi pemain di Malaysia yang semakin memanas.
Kasus ini bukan hanya berpotensi membuat Timnas Malaysia kalah WO di sejumlah laga internasional, tetapi juga mengancam karier tujuh pemain asing yang sudah membela timnas.
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada 28 September mengumumkan bahwa mereka resmi mengajukan banding terhadap keputusan FIFA.
Dalam pernyataannya, FAM menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi dilakukan dengan 'niat baik dan transparan', serta menolak tuduhan manipulasi dokumen.
Sebelumnya, FIFA melalui Komite Disiplin menjatuhkan hukuman kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi, yaitu Gabriel Arocha, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irastorza Iraurgui, dan Hector Alejandro Serrano. Mereka dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 22 FIFA terkait pemalsuan dan manipulasi dokumen.
Akibatnya, FAM dijatuhi denda 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp6,1 miliar. Sementara para pemain dikenai sanksi denda masing-masing 2 ribu franc Swiss dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Hukuman ini membuat masa depan karier mereka berada dalam ancaman serius. Facundo Garcés, yang sempat memperkuat Deportivo Alaves di LaLiga Spanyol, bahkan langsung dicoret dari skuad tim.
FAM membantah tuduhan itu dengan menyebut adanya kesalahan teknis administratif, bukan pemalsuan dokumen. Mereka juga menegaskan bahwa FIFA sebelumnya sudah memberikan persetujuan atas status para pemain tersebut sebagai perwakilan Malaysia.
Situasi ini berdampak langsung terhadap kiprah Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027. Salah satu laga yang disorot adalah kemenangan besar Malaysia 4-0 atas Vietnam pada 10 Juni lalu, di mana enam pemain naturalisasi diturunkan.
Baca Juga: FIFA Belum Mau Sanksi Israel, Kenapa?
Media Vietnam menyebut keputusan FIFA bisa mengubah hasil tersebut menjadi kemenangan WO 3-0 untuk Vietnam.
Skandal ini menghentikan laju kebijakan naturalisasi Malaysia yang sempat dilaporkan akan mendatangkan hingga 37 pemain berdarah Argentina.
Kini, bukan hanya FAM, tetapi juga pemerintah Malaysia ikut terlibat dalam upaya banding. Bahkan Tunku Ismail, putra mahkota Johor sekaligus pemilik klub Johor Darul Takzim, menuding adanya 'pihak luar' yang memengaruhi keputusan FIFA.
Sementara itu, media Vietnam menyambut putusan FIFA dengan optimisme. Mereka berharap Malaysia benar-benar dijatuhi hukuman WO sehingga hasil 0-4 yang dialami melawan Malaysia bisa diubah menjadi kemenangan 3-0.
Skandal ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia sekaligus salah satu isu terbesar yang saat ini menyita perhatian media internasional, termasuk media Korea Selatan.
Berita Terkait
-
FIFA Belum Mau Sanksi Israel, Kenapa?
-
Bek Andalan Alavs Kena Imbas! Skandal Pemalsuan Dokumen Timnas Malaysia Gegerkan Liga Spanyol!
-
Roy Suryo Ikut 'Diseret' ke Skandal Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Malaysia
-
Beda dengan Malaysia, Diam-Diam Filipina Punya Pemain yang Debut Bersama Barcelona
-
7 Pemain Digantung FIFA, Legenda Malaysia: Lupakan Mereka, Cari Talenta Lokal
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Bersinar di Persija, Fajar Fathurrahman Juga Sandang Gelar Sarjana dan Raih Penghargaan Kampus
-
Sandy Walsh Bersiap Jalani Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Igor Tolic Pastikan Skuad Kumpul
-
Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya
-
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
-
Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026
-
Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman