-
Optimisme tinggi mengiringi perjuangan Timnas Indonesia di babak penentuan.
-
Dua kemenangan mutlak diperlukan untuk amankan tiket Piala Dunia 2026.
-
Dukungan Harga Diri Bangsa diminta Sumardji walau laga dini hari.
Suara.com - Manajer Timnas Indonesia, Sumardji mengaku semua pemain begitu antusias menatap ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Terlihat dari percakapan WhatsApp grup, semua pemain bersemangat.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia akan berlaga di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tim Merah Putih berada satu grup bersama dengan tuan rumah Arab Saudi dan tim kuat lainnya Irak.
Nah, dijelaskan oleh Sumardji bahwa semua pemain dalam kondisi siap tempur. Mereka tak sabar turun bertanding demi meraih hasil terbaik.
"Alhamdulillah Alhamdulillah sejak kemarin FIFA Matchday lawan Lebanon sampai detik ini cukup baik, sangat baik," kata Sumardji kepada awak media.
"Teman-teman antusiasnya menyambut di round 4 ini. Kok saya punya feeling seolah-olah positif ya. Feeling saya positif," jelasnya.
Timnas Indonesia harus bisa mengalahkan Arab Saudi dan Irak untuk memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sebab, hanya juara grup yang berhak melenggang ke Piala Dunia edisi terdekat di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
"Maka saya berharap teman-teman semua bisa memberikan aura-aura positif pada tim ini. Support yang positif sehingga teman-teman semuanya yang di tim betul-betul all out," jelasnya.
Baca Juga: H-6 Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Pemain Keturunan Rp 31,29 Miliar Kasih Kabar Baik
Target Lolos ke Piala Dunia 2026
Tentu Arab Saudi dan Irak lebih berpengalaman ketimbang Timnas Indonesia. Skuad Garuda harus bisa mendapatkan dua kemenangan demi meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
"Ya targetnya seperti itu, targetnya seperti itu. Karena kan kami ini dari awal tadi saya sampaikan ini harga diri bangsa kita, kita harus perjuangkan betul," jelas manajer Timnas Indonesia, Sumardji.
Lebih lanjut, Sumardji pun meminta dukungan dari masyarakat Tanah Air baik secara langsung maupun di layar kaca.
"Ya, kalau main memang jadwalnya kita disana jam 8, disini pastikan dini hari. Saya kira kalau jam main tidak jadi masalah, yang kita harapkan itu adalah dukungan dari masyarakat," terangnya.
"Walaupun itu dini hari, karena ini untuk bangsa dan negara kita, kapan lagi kita support, kita mendukung. Ya, doa itu lebih penting dan memberikan dukungan yang positif itu jauh lebih penting," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh