-
Luca Zidane, putra Zinedine Zidane, resmi dipanggil Timnas Aljazair usai FIFA menyetujui perubahan eligibilitasnya.
-
Kiper Granada berusia 27 tahun itu masuk skuad Vladimir Petkovic untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Somalia dan Uganda.
-
Aljazair hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Suara.com - Putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, yakni Luca Zidane, resmi menerima panggilan pertama dari Timnas Aljazair.
Dilansir dari ESPN, keputusan ini datang jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, di mana Aljazair semakin dekat mengamankan tiket ke putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Luca Zidane yang kini berusia 27 tahun berposisi sebagai penjaga gawang. Ia pernah membela timnas junior Prancis, namun tidak pernah tampil untuk tim senior.
Berkat garis keturunan dari keluarga sang ayah, ia berhak membela Aljazair. Dua pekan lalu, FIFA menyetujui perubahan status eligibilitasnya.
Karier Luca sempat mencuri perhatian ketika tampil untuk Real Madrid pada era kepelatihan Zinedine Zidane. Saat ini, ia bermain untuk Granada di kompetisi kasta kedua Liga Spanyol.
Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, memasukkan nama Luca ke dalam daftar 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi dua laga penting kualifikasi, yakni melawan Somalia pada 9 Oktober dan Uganda pada 14 Oktober 2025.
Jika mampu meraih kemenangan, Aljazair dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026.
Aljazair sendiri telah mencatatkan empat kali partisipasi di Piala Dunia, dengan pencapaian terbaik saat menembus babak 16 besar pada edisi 2014 di Brasil.
Sementara itu, sang ayah, Zinedine Zidane, merupakan ikon sepak bola dunia yang tiga kali tampil di Piala Dunia bersama Timnas Prancis.
Baca Juga: Luis Figo Kembali ke Barcelona, Insiden Kepala Babi 23 Tahun Lalu Bakal Terulang?
Ia membawa Les Bleus juara di edisi 1998 dan kembali mencapai final pada 2006, meski harus menerima kekalahan dari Italia. Laga tersebut juga menjadi catatan sejarah tersendiri karena kartu merah Zidane usai insiden tandukan kepada Marco Materazzi.
Berita Terkait
-
Luis Figo Kembali ke Barcelona, Insiden Kepala Babi 23 Tahun Lalu Bakal Terulang?
-
Kylian Mbappe Menggila! Alonso Sebut Pengaruhnya di Lapangan Luar Biasa
-
Kisah FC Kairat Almaty: 'Si Bocah Ingusan' yang Bangga Usai Dibantai Real Madrid
-
Klasemen Liga Champions: Papan Atas Milik Bayern, Real Madrid, dan Inter
-
Hasil Liga Champions: Liverpool Keok, Real Madrid dan Bayern Munich Pesta Gol
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?