- FIFA menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss kepada FAM setelah menemukan pemalsuan dokumen kelahiran dalam proses naturalisasi tujuh pemain keturunan.
- Kasus bermula pada Maret 2025 saat FAM mengajukan pemain warisan dengan klaim kakek-nenek lahir di Malaysia, namun penyelidikan FIFA membuktikan data tersebut palsu.
- Tujuh pemain yang terlibat masing-masing didenda 2.000 franc Swiss dan dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Suara.com - Upaya ambisius Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk memperkuat tim nasional lewat program naturalisasi pemain keturunan kini berujung bencana besar.
FIFA menjatuhkan sanksi berat setelah menemukan adanya pemalsuan dokumen dalam proses pengesahan kewarganegaraan tujuh pemain asing yang membela Timnas Malaysia.
Dilansir dari New Straits Time, berikut kronologi lengkap kasus yang mengguncang sepak bola Negeri Jiran tersebut:
Maret 2025: Awal Proses Naturalisasi
19 Maret 2025: FAM mengajukan permohonan ke FIFA terkait kelayakan Hector Alejandro Hevel Serrano. Dalam dokumen, disebutkan bahwa kakeknya lahir di Melaka, Malaysia.
20 Maret 2025: FAM kembali mengirimkan permohonan serupa untuk Gabriel Felipe Arrocha, dengan klaim bahwa neneknya lahir di Melaka.
24 Maret 2025: FIFA membalas surat tersebut dan menyatakan bahwa berdasarkan dokumen yang diterima, Hector Alejandro Hevel Serrano “tampak memenuhi syarat” untuk bermain bagi Malaysia.
Juni 2025: Lima Pemain Baru Diajukan
6 Juni 2025: FAM mengajukan permohonan kelayakan untuk lima pemain tambahan, yaitu Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, dan Jon Irazabal Iraurgui. Semua disertai akta kelahiran yang mengklaim bahwa kakek atau nenek mereka lahir di Malaysia, tepatnya di Penang, George Town, Johor, atau Sarawak.
6 & 9 Juni 2025: FIFA menanggapi dengan surat resmi yang menyebut bahwa seluruh pemain tersebut juga “tampak memenuhi syarat.”
Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi, Bakal Cetak Sejarah?
10 Juni 2025: Ketujuh pemain naturalisasi itu langsung tampil membela Malaysia pada laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam. Malaysia menang telak 4-0, dengan dua gol dicetak oleh Figueiredo dan Holgado.
Juli–Agustus 2025: Aduan dan Penyelidikan FIFA
11 Juni 2025: FIFA menerima laporan resmi yang mempertanyakan keabsahan dokumen para pemain. Laporan itu menyoroti waktu naturalisasi yang sangat cepat serta debut internasional yang mencurigakan.
22 & 28 Agustus 2025: Setelah melakukan penyelidikan, FIFA menemukan bahwa akta kelahiran para leluhur pemain ternyata palsu. Dalam dokumen asli, disebutkan bahwa kakek atau nenek mereka tidak lahir di Malaysia.
Akibat temuan ini, Komite Disiplin FIFA secara resmi membuka proses penyelidikan terhadap FAM dan ketujuh pemain karena dugaan pelanggaran Pasal 22 (pemalsuan dan manipulasi dokumen).
September 2025: Pembelaan dan Keputusan
22 September 2025: FAM dan para pemain mengirimkan pembelaan resmi kepada FIFA. Mereka mengklaim telah bertindak dengan itikad baik berdasarkan dokumen yang sebelumnya diverifikasi oleh otoritas Malaysia.
25 September 2025: Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, mengesahkan keputusan akhir atas kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi, Bakal Cetak Sejarah?
-
Patrick Kluivert Skakmat Jurnalis Arab Saudi saat Ditanya Skandal Naturalisasi Malaysia
-
Bermasalah dengan FIFA, Pengamat Bingung FAM Belum Punya Presiden Baru
-
Skandal Naturalisasi Malaysia Masuki Babak Baru, Mendagri dan Menpora Terlibat?
-
FAM Melawan! Sebut FIFA Asal Tuduh, Pakai Hukum Ini sebagai Dalil
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto